Menanam Cinta, Menuai Senyum

Yoesran Sangaji

Berikutnya pembagian hadiah dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak panti di tengah senyum mereka saat menerima hadia dan kebutuhan belajar. Benda-benda itu mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka, itu merupakan bentuk perhatian yang memberi semangat untuk terus belajar.

Sebanyak 13 anak menerima bantuan pada kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 8 anak laki-laki dan 5 anak perempuan dengan rentang usia kurang lebih 1 sampai 15 tahun. Di samping itu, 3 orang pengurus panti yang setiap hari mendampingi dan mengasuh mereka, terdiri atas 1 laki-laki dan 2 perempuan.

Di samping bersama anak-anak, aku melihat Ria menanam cinta, lalu memanen senyum yang tumbuh dari harapan dan ketulusan.

Meski demikian, tersimpan kenyataan yang sulit diabaikan. Bangunan Panti Asuhan Al-Maun memerlukan perhatian serius, sekaligus perbaikan untuk tetap layak menjadi tempat tinggal bagi anak-anak. Kondisi itu menjadi pengingat atas kepedulian yang berkelanjutan oleh semua orang.

Menjelang sore, satu per satu anggota Saloi Halmahera berpamitan. Tawa anak-anak masih terdengar, dan hingga anak-anak yang bukan anak panti terus berdatangan dengan maksud mengaji Al-Qur’an di lokasi tersebut. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam satu hari.

Namun, setidaknya pada 1 Juli 2026 itu, ada kebahagiaan dan kasih sayang yang tinggal di Panti Asuhan Al-Maun – yang lahir dari kepedulian, tumbuh melalui kebersamaan, dan akan selalu dikenang oleh setiap orang yang hadir. (*)

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...