Duet Ubaid-Anjas dan Peran Strategis Sekda Ricky Bangun Halmahera Timur

IMG 20260526 WA0015

Penghormatan pada Para Peletak Fondasi Daerah

Kemajuan Halmahera Timur hari ini tentu tidak boleh melepaskan pandangan dari lembar sejarah masa lalu. Estafet kepemimpinan dari masa ke masa adalah jembatan yang menghubungkan impian Mubes tahun 2000 dengan realitas pembangunan saat ini. Kita tidak boleh melupakan jasa dan dedikasi para tokoh yang pernah memimpin dan menakhodai Halmahera Timur di masa-masa sulitnya :

• Kahar Taslim : Sebagai Penjabat (Pj.) Bupati pertama, beliau memikul tanggung jawab besar untuk menata administrasi awal, mempersiapkan perangkat daerah, dan memastikan roda pemerintahan baru mulai berputar setelah Halmahera Timur resmi mekar.

• Welhemus Tahalele : Sebagai Bupati definitif pertama hasil pilihan demokrasi, beliau merumuskan arah pembangunan jangka panjang pertama daerah ini, membangun infrastruktur dasar, dan menanamkan pilar-pilar pelayanan publik.

• Rudi Erawan : Melanjutkan estafet kepemimpinan di periode berikutnya, fokus beliau memperluas jangkauan pembangunan.

• Muhdin Ma'bud : Perjalanan pengabdian beliau yang panjang—mulai dari posisi Sekretaris Daerah, Wakil Bupati mendampingi Rudi Erawan, hingga dipercaya sebagai Penjabat Bupati—menjadi bukti nyata kepiawaian beliau dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan program pembangunan tetap berjalan berkelanjutan.

• Musa Jamaludin : birokrat dan pemikir andal yang melalui rekam jejak pengabdiannya—termasuk saat dipercaya menjabat sebagai Kepala Bappeda hingga mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah—telah memberikan sumbangsih gagasan, menjaga ritme administrasi, serta memastikan jalannya pelayanan publik tetap kokoh di masa-masa transisi daerah.

Sejarah mencatat bahwa setiap jengkal kemajuan Halmahera Timur hari ini adalah akumulasi kerja keras, keringat, dan dedikasi dari para pemimpin pendahulu tersebut. Tanpa fondasi kokoh yang mereka bangun, mustahil generasi hari ini memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah

Menjawab Mandat Sejarah dengan Kerja Nyata

Dua puluh enam tahun pasca-Mubes di SKB Tidore telah berlalu, estafet perjuangan itu kini berada di tangan H. Ubaid Yakub dan Anjas Taher. Duet pasangan ini paham betul bahwa cara terbaik menghormati tetesan keringat para pejuang otonomi tahun 2000 serta melanjutkan estafet para pemimpin pendahulu adalah dengan menghadirkan kemajuan yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak. Kini, Halmahera Timur perlahan mulai menampakkan wajah kemajuan yang relatif membaik.

Perjalanan membawa kemajuan ini tentu tidak dilalui di atas karpet merah. Tantangan klasik berupa postur APBD yang terbatas, ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemotongan dana transfer ke daerah (Dana Alokasi Umum/Khusus/DBH), sempat menjadi batu ujian yang berat.

Tantangan ini kian berlipat ganda ketika dihadapkan pada realitas geografis Halmahera Timur yang memiliki luas wilayah yang sangat besar.

Menghubungkan wilayah yang begitu luas membutuhkan investasi infrastruktur yang tidak sedikit. Di sisi lain, pemerintah daerah juga diperhadapkan pada ironi regulasi keterbatasan kewenangan atas tata kelola sumber daya alam di bidang pertambangan, yang mana otoritas utamanya kini ditarik ke pemerintah pusat. Hal ini membuat daerah harus berjuang ekstra keras untuk memastikan denyut industri ekstraktif tersebut bisa berbanding lurus dengan kesejahteraan riil masyarakat lokal.

Namun, di sinilah letak kematangan kepemimpinan Bupati Ubaid. Dengan kemampuan manajerial yang jeli, ia mampu mengkalkulasi dan mengatur ketersediaan ruang fiskal yang terbatas secara cermat. Prioritas anggaran dipilah dengan skala yang ketat, memastikan bahwa setiap rupiah APBD yang tersedia benar-benar dialokasikan untuk membiayai program yang berdampak langsung pada nadi pembangunan Halmahera Timur.

Komitmen kuat Bupati H. Ubaid terhadap pembangunan yang berkeadilan dan merata dibuktikan melalui berbagai torehan keberhasilan yang nyata, terutama dalam mengikis isolasi geografis yang telah dikeluhkan masyarakat sejak Musyawarah Besar (Mubes) tahun 2000 silam.

Melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta pembukaan akses ke wilayah-wilayah terpencil, mereka berhasil memotong urat nadi ketertinggalan dan menghubungkan konektivitas antarwilayah secara lebih efektif. Selain fokus pada infrastruktur fisik, sektor pelayanan dasar dan penguatan ekonomi kerakyatan juga mendapat porsi perhatian yang sangat serius.

Di bidang sosial, langkah nyata diwujudkan melalui pembangunan rumah sakit besar di Kota Maba sebagai pusat layanan kesehatan rujukan, peningkatan fasilitas medis, pemberian insentif tenaga kesehatan, serta penyediaan beasiswa dan bantuan studi bagi anak-anak daerah.

Sementara itu, di tengah masifnya arus hilirisasi industri, Bupati Ubaid juga mampu menjaga arah pertumbuhan ekonomi yang seimbang dengan memastikan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM tetap tumbuh subur sebagai pilar utama penyangga ekonomi rakyat.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...