Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab

Apakah Nilai Puasa Ramadan Bisa Menjadi Landasan Etika Sosial Sepanjang Tahun? Ini Penjelasannya

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nazi'at (79): 40-41

​وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ . فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

​"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kehebatan Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."

  1. Mengubah Zakat dari "Pelunas Hutang" menjadi "Redistribusi Keadilan"

Alangkah banyak orang membayar zakat tujuannya hanya agar "bebas tugas". Padahal, semangat zakat adalah membongkar penumpukan harta.

Firman Allah SWT:

​كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ

"...agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu." (QS. Al-Hasyr: 7)

Maka Praktikkanlah etika distribusi sepanjang tahun, dan bukan hanya saat Ramadan saja. Hal ini bisa berupa dukungan kepada bisnis lokal kecil, menerapkan sistem bagi hasil yang adil bagi karyawan, atau aktif dalam advokasi kebijakan publik yang memihak pada kaum marginal.

  1. Jadikanlah Ramadan sebagai "Laboratorium Integritas" (Al-Amanah)

Puasa adalah ibadah paling privat dan rahasia (Sirrun baina al-'abdi wa Rabbihi)

Hanya kita dan Allah SWT yang tahu jika kita membatalkannya di ruang tertutup.

Ulama menyebut ini sebagai latihan kejujuran absolut. Jika seseorang bisa jujur tidak minum saat haus meski sendirian, seharusnya ia bisa jujur tidak mengambil uang negara atau hak orang lain meski tidak ada pengawas.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...