Pemkot Ternate Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD

WhatsApp Image 2026 03 04 at 22.51.24
Pemkot Ternate saat menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 ke DPRD melalui rapat paripurna di DPRD, Rabu (4/3/2026). (dok.diskomsandi)

Ternate, malutpost.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 ke DPRD melalui rapat paripurna, Rabu (4/3/2026).

Wali Kota, M Tauhid Soleman dalam pidato pengantar LKPJ menyampaikan, bahwa laporan ini bagian dari amanat undang-undang sebagai bentuk akuntabilitas kepala daerah kepada DPRD atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran.

Wali kota menyebut, tahun 2025 menjadi periode yang penuh dinamika dan tantangan, baik dari sisi fiskal, sosial, maupun pembangunan infrastruktur.

Meski begitu, menurut wali kota, berbagai program prioritas pembangunan daerah tetap dapat dilaksanakan melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha dan masyarakat.

Dalam LKPJ, Pemkot Ternate mencatat pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2025 sebesar 6,50 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun sebelumnya, walaupun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 lalu yang mencapai 8,85 persen.

Nilai PDRB atas dasar harga konstan pada 2025 tercatat sebesar Rp.9,41 triliun, naik dari Rp8,83 triliun pada tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh sejumlah sektor non pemerintahan, terutama perdagangan besar dan eceran, jasa keuangan, transportasi dan pergudangan, serta sektor real estate.

Selain itu, PDRB per kapita Kota Ternate juga menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, PDRB per kapita atas dasar harga konstan mencapai Rp.43,41 juta, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp.41,21 juta.

Sementara itu, tingkat inflasi Kota Ternate secara tahunan tercatat sebesar 1,91 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,29. Inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran seperti perawatan pribadi dan jasa lainnya, perumahan dan utilitas, penyediaan makanan dan minuman, serta transportasi.

Pemkot Ternate juga mengakui adanya kenaikan tingkat pengangguran dan kemiskinan pada 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 6,92 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,42 persen. Persentase penduduk miskin juga naik dari 3,14 persen menjadi 3,34 persen.

Menurut wali kota, peningkatan pengangguran dipengaruhi oleh bertambahnya angkatan kerja baru, terutama lulusan pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi juga ikut berdampak pada kemampuan dunia usaha dalam menyerap tenaga kerja.

“Hanya saja, secara umum tingkat kemiskinan di Kota Ternate masih berada pada kategori rendah dan relatif terkendali,”ucap wali kota.

Dalam aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ternate pada 2025 mencapai 83,01 poin, tertinggi di Provinsi Maluku Utara dan berada di atas rata-rata nasional. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun daya beli.

Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah Kota Ternate pada 2025 mencapai Rp.926,8 miliar atau 83,12 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,11 triliun. Sementara realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp.,925,4 miliar atau 83,07 persen dari target Rp.1,11 triliun.

Wali kota menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kota Ternate 2025–2029.

“Dengan agenda prioritas pembangunan yang difokuskan pada pelestarian cagar budaya, penguatan keragaman sosial budaya, serta mitigasi kebencanaan dalam pembangunan ruang kota yang mandiri dan berkeadilan,” terangnya.

Kemudian, sepanjang 2025 Pemkot Ternate juga meraih berbagai penghargaan dari pemerintah pusat dan lembaga nasional, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, penghargaan bidang pendidikan, hingga capaian dalam program pencegahan korupsi.

Wali kota berharap agar DPRD dapat memberikan masukan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah ke depan.

“Melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, kami optimistis pembangunan Kota Ternate dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tandasnya. (van)

Komentar

Loading...