Antara Kemakmuran dan Eksploitasi
Desa Sagea

Disaat jelang pemilihan umum pun jadi bahasa calon presiden dan wakil presiden, menjadikan isu itu sebagai andalan mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di tempat nikel terkuruk seperti halmahera, yang terjadi sebaliknya.
Hilirisasi nikel dari tambang sampai ke pabrik pengelolaan menyebabkan masyarakat kehilangan ruang hidup, gangguan kesehatan, deforestasi, pencemaran lingkungan, hinggah berisiko memperparah krisis iklim.
Laporan Climate Rights internasional yang dirilis januari lalu memperlihatkan, bagaimana dampak dari kawasan industrinya di halmahera.
CRI mengambil studi kasus di indonesia weda Bay industrial park ( IWIP) dan tambang nikel sekitar pulau itu. Industri nikel di halmahera, merupakan penyebab utama deforestasi dan kehilangan keanekaragam hayati.
Setidaknya, 5.331 hektar hutan tropis terbabat dalam konsesi pertambangan nikel di halmahera hingga melepas 2,04 metrik ton gas ruma kaca (CO 2e) yang sebelumnya tersimpan di hutan itu. CRI pun memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah dan perusahaan.
Kepada pemerintah indonesia, CRI mendesak memperkuat peraturan perundang-undangan guna meminimalkan dampak pertambangan dan pemurnian nikel terhadap masyarakat, termasuk masyarakat adat.
Dalam karya Ernest Mandel dan giorge novak tentang marxisme dan teori keterasingan atau alienasi, Menjelaskan bahwa, “ keterasingan atau alienasi sering muncul dalam masyarakat kapitalisme hal ini, semua tampa sebab.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar