Antara Kemakmuran dan Eksploitasi

Desa Sagea

El Dinoh

Itulah pertanyaan mendasarnya apakah kita telah sejahtra! Apakah pendidikan gratis, kesehatan gratis, itulah hal-hal yang mendasar yang perlu kita lihat. Di tengah keberlimpah hasil alam kita yang begitu banyak.

Dari rejim ke rejim kita sering lihat dan mendengar tentang kesejahteraan, kata kesejahteraan sering di gunakan sebagai tolak ukur untuk mengambil simpati dan perhatian rakyat, seperti firman tuhan dan doa-doa yang bisa langsung di kabulkan.

Itulah mengapa “ peter L Berger dalam bukunya piramida Pengorbanan manusia” menjelaskan bahwa ketika kekuasaan berdiri kokoh terkadang di balik itu semua ada banyak pegorbanan dari apa yang di bangun.

Apa yang di sampaikan Peter L Berger begitu relefan dengan situasi indonesia sekarang. Itula mengapa marx meyampaikan sejarah ummat manusia adalah sejarah pertentangan klas.

Kemiskinan sering kali menjadi topik yang hangat, sejak kita merdeka sampai sekarang kemiskinan sering kali menjadi hantu dan momok yang terus ada, dia telah menjelma menjadi penyakit yang telah bersarang lama dalam tubuh negara.

Selain kemiskinan ada juga pendidikan yang kian hari kian mahal, banyak anak buruh tidak sempat merasakan yang namanya dunia perguruan tinggi, petani terus kehilangan tanah nya, dan hal inipun terus berlanjut sampai sekarang.

Fase yang paling menyakinkan masyarakat ketika rejim jokowi ma-ruf amin terpilih sebagai kepala negara dan wakil negara, katanya mereka akan membawa angin segar buat indonesia, dan masyarakat indonesia sempat percaya terhadap apa yang di sampaikan jokowi dan ma-ruf amin, ternyata angin segar itu adalah petaka buat masyarakat indonesia.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8

Komentar

Loading...