Peluncuran 4 Buku ICMI Maluku Utara: Merawat Ingatan, Menyusun Masa Depan

Marjorie Amal

Bahwa kehadiran empat buku ini, memberi perspektif segar bagi kita akan pentingnya identitas kultural kita, yang telah terbentuk berbilang abad tersebut.

Ia sesungguhnya adalah sebuah social capital (modal sosial), untuk dijadikan pemandu bagi masa depan kita, ditengah dunia yang semakin bergolak sekarang. Akan halnya eksistensi empat kesultanan, adalah sebuah kenyataan sejarah, yang tak dapat diabaikan.

Tinggal kini kita sepakat membangun literasi yang konstruktif dan objektif, agar kesadaran akan eksistensi itu, tidak terjebak pada perspektif chauvinisme primordial sempit.

Karena sejarah membuktikan bahwa kebesaran dan kebijaksanaan masa lalu Moloku Kieraha, bukan terbentuk dari chauvinisme primordial.

Ia terbentuk karena kesadaran kosmologis atas egalitarian akan eksistensi manusia yang universal. Itulah modal utama kita, mengapa wilayah ini menjadi kosmopolit masa lalu.

Sebuah kosmopolit, selalu mensyaratkan sikap egalitarian secara sosiologis dan kesadaran antropologis bahwa semua kita adalah setara.

Masa lalu kita bukanlah sekadar sekumpulan peristiwa historis belaka, karena ia bukanlah ruang kosong, tanpa nilai. Nakh, 4 karya ini, akan membuka mata dan kesadaran kolektif kita akan hal ini. Semoga !!! (*)

Syukur Dofu².
Ternate, 31/01/26

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...