Inspektorat Halsel Diminta Turun Lapangan Audit Dugaan Penyalahgunaan ADD dan DD Desa Kida

Labuha, malutpost.com -- Praktisi Hukum Maluku Utara, Mirjan Marsaoly meminta Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), untuk melakukan audit terhadap Alokasi Anggaran Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Kida, Kecamatan Kayoa.
Pasalnya, ada dugaan penyalahgunaan terhadap dana tersebut dalam tiga tahun terakhir, yakni 2023, 2024 dan 2025.
Mirjan menyebut, inspektorat perlu melakukan audit langsung agar keluhan masyarakat Desa Kida, bisa terjawab.
"Inspektorat harus ke desa, agar audit langsung dengan masyarakat, supaya apa yang dikeluhkan dapat tersampaikan dan pihak Inspektorat pun mengetahui langsung item-item yang tidak direalisasi dan direalisasi," kata Mirjan, Jumat (9/1/2026).
Ia bilang, Inspektorat merupakan instansi penting dalam melakukan pengawasan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintah berjalan bersih, transparan, akuntabel, sesuai aturan dan mencegah terjadinya korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
"Jadi wajib Inspektorat harus ke Desa Kida untuk audit anggaran tiga tahun terakhir, kalaupun audit itu terdapat temuan seperti dikeluhkan masyarakat. Maka Inspektorat memberi rekomendasi kepada kepala desa agar mempertanggungjawabkan sesuai waktu yang ditentukan," tuturnya.
"Jika waktu yang ditentukan tidak dipertanggungjawabkan kepala desa, maka wajib Inspektorat merekomendasikan ke penegak hukum, baik itu Polres maupun Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan untuk melakukan penyelidikan," sambung Mirjan.
Apalagi menurutnya, setiap tahun dalam tiga tahun terakhir hanya satu-satu item yang terlaksana. Itu artinya ada indikasi dugaan korupsi yang dilakukan. Belum lagi, dalam setahun kepala desa diduga telah mengadakan dua kendaraan sepeda motor.
"Penting sekali untuk diaudit secara menyeluruh, supaya anggaran desa dalam tiga tahun itu bisa dipertanggungjawabkan secara adil," tandas Mirjan.
Diketahui, dalam tiga tahun berjalan hanya tiga program yang terealisasi di Desa Kida. Artinya, satu tahun satu program. Misalnya di 2023 hanya 14 meter jembatan terealisasi, 2024 hanya 9 long boat fiber terealisasi dan 2025 hanya 11 long boat fiber terealisasi. Satiap tahun anggaran Desa Kida senilai Rp706.203.000. (one)



Komentar