Kampus Dibunuh

Hamdy M. Zen

Padahal antara dosen dan mahasiswa harus terjalin hubungan baik, harus terbuka dalam berdisikusi agar terlihat siapa yang paling akademis. Sehingga, sama – sama Bersatu, mengikuti yang paling akademis untuk melawan pemerintah yang rakus dan serakah.

Pembaca yang Budiman! Dari tahun ke tahun, periode ke periode dan masa ke masa, selalu saja hal seperti ini seperti terpelihara, bahkan dengan sangat rapinya. Kita seolah dibungkam, terbunuh dalam balutan pencitraan, tanpa kita sadari kawan.

Pemerintah memporak – porandakan system untuk melindungi kebusukannya dari serangan kritikan – kritikan tajam oleh para pengkritik sejati. Era Soekarno misalanya, sepanjang periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965), Presiden Soekarno menempatkan dirinya dalam peran sebagai Pemimpin Agung Revolusi.

Dalam situasi tersebut, berbagai bentuk kritikan terhadap pemerintahan maupun pribadinya kerap dipersepsikan sebagai perbuatan anti-revolusioner yang membahayakan stabilitas bangsa.

Pendekatan utama untuk membatasi kritik pada era ini mencakup penangkapan secara politis yang dilakukan tanpa melalui tahapan peradilan yang jelas dan terbuka (contohnya penangkapan terhadap figur-figur seperti Sutan Sjahrir dan Buya Hamka).

Serta pemberangusan kebebasan pers dengan cara menutup operasional media cetak yang dinilai memberikan pandangan kritis. Pandangan yang berkembang adalah bahwa kritik merupakan bahaya ideologi bagi kesatuan nasional yang tengah diupayakan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...