Pendidikan untuk Masa Depan Wilayah Pertambangan

M. Murad Abdullah

Oleh karena itu, pendidikan di wilayah pertambangan harus melampaui kebutuhan industri jangka pendek dan diarahkan pada penguatan keterampilan lintas sektor, seperti teknologi, kewirausahaan, pengelolaan lingkungan, dan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Industri pertambangan juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam pembangunan manusia. Investasi pada pendidikan, pelatihan teknis, magang, dan beasiswa bagi masyarakat lokal bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan strategi keberlanjutan jangka panjang.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi subjek pembangunan yang mampu mengelola dan mentransformasi wilayahnya pascatambang.

Pengalaman wilayah pertambangan di Sumatera memberikan pelajaran penting. Di beberapa provinsi seperti Sumatera Barat dan Sumatera Selatan, aktivitas pertambangan dikaitkan dengan meningkatnya risiko bencana banjir, longsor, dan degradasi lingkungan.

Dampak bencana tersebut tidak hanya bersifat ekologis dan ekonomi, tetapi juga mengganggu keberlangsungan pendidikan melalui kerusakan sekolah, terganggunya proses belajar, dan meningkatnya angka putus sekolah.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa kegagalan mengelola pertambangan secara berkelanjutan berdampak langsung pada kualitas SDM.

Generasi muda yang bergantung pada sektor tambang tanpa dibekali literasi lingkungan dan keterampilan adaptif menjadi kelompok paling rentan saat krisis ekologis atau ekonomi terjadi.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...