Pendidikan untuk Masa Depan Wilayah Pertambangan

M. Murad Abdullah

Pendidikan lingkungan, keterampilan ramah lingkungan, serta praktik kerja berkelanjutan perlu diintegrasikan untuk membentuk tenaga kerja yang peduli terhadap perubahan iklim dan krisis ekologis.

Pendekatan holistik ini memungkinkan terciptanya SDM yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan.

Ketimpangan sosial berbasis gender, ekonomi, dan etnis juga memperlebar jurang kualitas SDM. Ketidaksetaraan ini tidak hanya menghambat mobilitas sosial, tetapi juga memperparah ketidakadilan ekonomi yang telah ada.

Oleh karena itu, tujuan pembangunan SDM berkelanjutan harus diarahkan pada peningkatan akses pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan keterampilan, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, serta penguatan kapasitas adaptif individu.

Dalam konteks wilayah pertambangan, pembangunan SDM memiliki tantangan dan karakteristik tersendiri. Sektor pertambangan sering menjadi penggerak ekonomi utama, namun juga membentuk ketergantungan struktural masyarakat terhadap pekerjaan tambang.

Bagi generasi muda, orientasi kerja kerap bersifat pragmatis, di mana pendidikan dipandang sekadar jalur cepat memasuki dunia kerja tambang, bukan sebagai sarana pengembangan kapasitas jangka panjang.

Padahal, pertambangan merupakan sektor berbasis sumber daya tak terbarukan dengan siklus ekonomi terbatas. Ketika aktivitas tambang menurun atau berhenti, wilayah tambang berisiko mengalami stagnasi ekonomi dan sosial apabila generasi mudanya tidak memiliki keterampilan alternatif.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...