Sebagai Politisi Muda, Nazlatan Masuk Posisi Kedua Tingkat Kesukaan Publik Ternate

IMG 8380
Nazlatan Ukhra Kasuba

Ternate, malutpost.com -- Nazlatan Ukhra Kasuba dalam survei litbang HalmaheraPost periode November–Desember 2025 potensial meramaikan kontestasi Pilwako Ternate, 2030 mendatang pada posisi kedua di tingkat kesukaan.

Politisi perempuan dari partai Gerindra ini menonjol sebagai figur dengan popularitasnya berada di angka 59 persen. Ini dilihat Ketua komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara mencatat likeabilitas tertinggi kedua sebesar 55 persen, menandakan penerimaan publik yang relatif positif.

Dalam survei ini mencatat, Erwin Umar berada di posisi teratas dalam hal popularitas keterkenalan dengan angka 65 persen, sekaligus mencatat tingkat likeabilitas yang juga tinggi sebesar 60 persen. Capaian ini menempatkan Erwin sebagai figur dengan tingkat pengenalan publik paling kuat dibanding kandidat lain.

Sementara, Gifar Bopeng pada posisi ketiga dengan mencatat popularitas 54 persen dengan likeabilitas 53 persen, menunjukkan keseimbangan antara dikenal dan disukai publik.

Kemudian Zulkifli Andili berada pada kisaran menengah dengan popularitas 47 persen dan likeabilitas 43 persen, disusul Sundari Sofyan dengan popularitas 46 persen dan likeabilitas 41 persen.

Adapun Fahrizal Teng politisi muda PKB mencatat popularitas 45 persen dan likeabilitas 41 persen, sementara Zulfikri Hasan, selaku politisi Nasdem berada di angka 43 persen popularitas dan 40 persen likeabilitas.

Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar, mengatakan survei ini masih membaca fase pengenalan dan penerimaan awal, bukan preferensi pilihan final pemilih.

“Popularitas tinggi menunjukkan seberapa dikenal figur tersebut, tetapi likeabilitas mengukur kedalaman penerimaan publik. Dalam banyak kontestasi lokal, figur yang disukai sering kali memiliki daya tahan elektoral lebih kuat dibanding yang sekadar dikenal," ungkapnya, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, selisih antara popularitas dan likeabilitas menjadi indikator penting untuk membaca potensi pertumbuhan dukungan ke depan.

“Figur seperti Nazlatan dan Gifar Bopeng menunjukkan gap yang relatif sehat antara dikenal dan disukai, ini menandakan ruang konsolidasi politik yang masih terbuka. Untuk figur dengan popularitas tinggi tetapi likeabilitas stagnan perlu kerja ekstra membangun kedekatan emosional dengan pemilih," akunya.

Jufri juga menekankan bahwa dinamika politik Ternate masih sangat cair. “Peta ini belum final. Narasi publik, kerja lapangan dan positioning isu lokal akan sangat menentukan perubahan angka. Survei ini menjadi alarm awal bagi semua figur bahwa pertarungan tidak hanya soal siapa paling dikenal, tetapi siapa yang paling dipercaya dan dirasakan dekat oleh warga," pungkasnya.

Untu diketahui, survei ini melibatkan 400 responden yang dipilih melalui metode multistage random sampling, dengan margin of error ±5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (one)

Komentar

Loading...