Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Sejarah

Oleh: Dr. Abd. Rahman, S.S., M.Si.
(Dosen Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya-UNKHAIR-Ternate)
Pengantar
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dewasa ini telah memasuki hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan.
AI tidak lagi menjadi sesuatu yang futuristik, melainkan telah menjadi bagian nyata dari proses belajar mengajar di berbagai jenjang pendidikan. Salah satu bidang pelajaran yang dapat memperoleh manfaat besar dari pemanfaatan AI adalah pembelajaran sejarah di sekolah.
Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran sejarah adalah rendahnya minat siswa. Banyak peserta didik menganggap sejarah sebagai pelajaran yang membosankan, penuh hafalan, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Kehadiran teknologi AI dapat mengubah persepsi ini.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 17 Desember 2025
Melalui aplikasi pembelajaran berbasis AI, siswa bisa mempelajari sejarah secara interaktif, misalnya dengan simulasi peristiwa sejarah, peta digital interaktif, hingga video naratif yang dihasilkan oleh sistem cerdas.
Dengan bantuan chatbot seperti ChatGPT, misalnya, siswa dapat berdialog secara langsung tentang tokoh-tokoh sejarah atau peristiwa tertentu. Interaksi ini membuat siswa merasa seolah sedang berbicara dengan “guru kedua” yang selalu siap menjawab pertanyaan mereka kapan saja.
Mendorong Pembelajaran yang Dipersonalisasi
Setiap siswa memiliki gaya belajar dan kecepatan pemahaman yang berbeda. AI memungkinkan proses pembelajaran sejarah menjadi lebih personal dan adaptif.
Sistem pembelajaran berbasis AI dapat menganalisis kemampuan siswa dan memberikan materi atau latihan yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar