Wajah Perempuan di Media Massa

Julaiha Hi Amin

Sebagai contoh adanya anggapan bahwa perempuan yang bersolek atau memakai rok mini akan memancing perhatian lawan jenis, sehingga bila terjadi pelecehan seksual dan perkosaan, maka perempuan tersebut yang disalahkan.

Tak sedikit stereotip terhadap perempuan yang terjadi dalam peraturan pemerintah, aturan keagamaan, kultur, dan kebiasaan masyarakat.

Baca Juga: Peran Pendidikan dalam Mencegah Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Utara

Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan dan penerbitan Yogyakarta (LPPPY), Ismai Prihastuti (dalam Media dan Pemberitaan Perempuan. www.vhrmedia.com/2010), mengatakan ketidakadilan gender yang sering ditemui di media cetak adalah mengenai pemberitaan pelecehan dan kekerasan seksual di mana kaum perempuan dan anak menjadi korban.

Pemilihan kata dan sudut pandang tulisan pada berita-berita media cetak sering menjadikan kaum perempuan dan anak sebagai korban dari ketidakadilan gender tersebut.

Hal ini juga diperparah karena wartawan tidak memiliki perspektif gender dalam memberitakan peristiwa itu. Akhirnya pemberitaan yang ada memiliki kesan menjadikan kasus pelecehan dan kekerasan seksual serta prostitusi terhadap perempuan sebagai komoditas media di ruang publik. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...