Wajah Perempuan di Media Massa

Julaiha Hi Amin

Oleh: Julaiha Hi Amin
(Staf Pengajar Ilmu Komunikasi UMMU Ternate)

Perempuan dan laki-laki masih dinilai berbeda derajat sosialnya oleh masyarakat, perempuan masih dianggap lemah, perasa, cantik, suka bersolek, dan hanya bisa melakukan pekerjaan di dapur dan mengasuh anak, dan laki-laki dianggap kuat dan perkasa untuk mencari nafkah.

Walaupun ada perempuan yang juga mempunyai pekerjaan yang sama dengan laki-laki tetapi harus tetap melakukan hal yang sudah dianggap kodrat oleh masyarakat yakni mengurus dapur, mengasuh anak dan lainnya.

Baca Juga: Perempuan dalam Tuntutan dan Tekanan

stereotip ini juga, tidak jarang pula diekspose oleh media, jarang ada pemberitaan di media yang berisikan human interest tentang suatu kejadian, apalagi yang memperjuangkan hak kaum perempuan.

Selama ini belum ada media yang consern terhadap masalah tersebut. Selain itu, tidak tersedia rubrik khusus untuk pemberitaan masalah perempuan di beberapa media lokal yang ada di Maluku Utara.

Sehingga kebijakan media yang bisa dikatakan menempatkan perempuan sebagai pihak yang selalu dipojokkan atau marjinal dengan selalu diekspose sisi negatif dari perempuan, yakni perempuan dianggap lemah atau sekedar penghibur.

Baca Juga: Koran Digital Malut Post Edisi, Jumat 29 Agustus 2025

Adapun berita tentang perempuan yang muncul masih dikaitkan dengan isu politik dan sosial yang ada. Jarang ada berita perempuan yang berlandaskan pada ide atau memunculkan berita secara investigasi.

Berita perempuan biasa hanya terdapat pada momentum hari-hari besar misalkan Hari Ibu, Kartini, Hari Perempuan, dan yang lainnya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...