Membaca Ulang Morotai Sebagai Pintu Gerbang Pertahanan Indonesia di Pasifik

Selain itu, penguatan Morotai juga perlu dilihat sebagai upaya menghadirkan kekuatan daya tangkal (deterrence) di wilayah yang secara historis pernah menjadi sasaran dominasi asing.

Ketidaksiapan militer di titik-titik terluar seperti Morotai berisiko membuka celah bagi infiltrasi kekuatan asing, baik dalam bentuk pengintaian, pengaruh ekonomi-politik, maupun ancaman teritorial.

Catatan ini hadir tidak bermaksud mengajarkan kepada ahlinya, tetapi sebagai generasi bangsa tentu memiliki perhatian terhadap situasi geopolitik global yang setiap saat berubah. Apalagi dalam konteks Indonesian yang sangat menjadi penentu dalam perebuatan jalut perdangangan global.

Kehadiran AS-Tiongkok dalam pertarungan dagang berkaitan dengan jalur perdagangan yang di miliki Indonesia. Maluku Utara sebagai wilayah yang berada dalam alur laut pelayaran ALKI III , tentu, akan menjadi perhatain besar negara-negara asing.

Pada akhirnya, membangun Pangkalan Udara Morotai sebagai pintu gerbang pertahanan Indonesia bukan hanya soal membangun fasilitas militer, tetapi juga menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga integritas wilayah dan posisi strategisnya di mata dunia. Morotai harus menjadi simbol kesiapsiagaan nasional, bukan hanya potret sejarah masa lalu. (*)

Opini ini sudah terbit di koran Malut Post edisi. Kamis, 24 April 2025
Link Koran Digital: https://www.malutpostkorandigital.com/2025/04/kamis-24-april-2025.html

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...