Prostitusi dalam Tubuh Pendidikan

Pendidikan dipolitisasi akibat praktek transaksi degan pihak-pihak yang menghimpit di tiang-tiang kekuasaan, padahal proses memanuisakan manusia semestinya mempunyai prinsip dan dasar pikir yang jelas dari apa yang didapatkan untuk mampu dipertanggungjawabkan.

hari ini tidak heran jika kebanyakan dosen bingung bahkan ada yang tidak tahu bagaimana cara membuat jurnal, tentu cara yang akan dilalui ialah meghalalkan segala cara degan membayar dan sebagainya. Namun inilah yang penulis ingin katakan dari wajah pendidikan kita saat ini.

Sesuai degan apa yang disampaikan oleh Paulo Freire bahwa aktivitas pendidikan adalah proses memanusiakan-mansuia maka penulis berkesimpulan bahwa hanya ada dua aktifitas yang palling jutu untuk mencapai manusia yang manusiawi.

Dengan ini Penulis ingin meyampaikan bahwa selama proeses itu yang hilang dalam pendidikan kita ialah kebiasaan membaca dan menulis, aktivitas membaca dan menulis adalah dua hal yang sangat pentng bagi pemikiran kritis.

Sebagaimana di akui oleh para ilmuan bahwa bahasa adalah kunci bagi berbagai pemikiran tingkat tinggi, kekuatan pikiran pada dasarnya berbanding lurus dengan kualitas bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan.

Jika hal ini mampu dilaksanakan konsistem maka penulis meyakinkan bahwa pendidikan indonesia akan menujukkan citra pendidikan yang sebenarnya. Akhir kata penulis mengutip apa yang disampaikan oleh presiden turky Bahwa “Kemenangan hanya dapat dicapai dengan kualitas”. (*)

Opini ini sudah terbit di koran Malut Post edisi. Kamis, 27 Februari 2025
Link Koran Digital: https://www.malutpostkorandigital.com/2025/02/kamis-27-februari-2025.html

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...