Prostitusi dalam Tubuh Pendidikan

Aktivitas ini telah hadir dalam budaya pendidikan kita di indonesia saat ini, tidak hanya terjadi pada tenaga pengajar melainkan juga terhadap masyarakat khususnya para orang tua, orang-orang ini cenderung memahami pendidikan degan cara yang sempit, alhasilnya lahirlah pikiran-pikiran negatif dalam menjalankan pendidikan.

Cara pandang sempit terhadap pendidikan semacam inilah yang membawa dampak buruk bagi keberlangsungan pendidikan. Dikalangan masyarakat pendidikan hanyalah di sekolah.

Cara berpikir formalistik inilah yang merasuk dalam pemikiran hingga pada akhirnya masyarakat beranggapan bahwa pendidikan hanyalah di sekolah tanpa memikirkan pendidikan di luar sekolah.

Hal jeleknya adalah ketika orang tua tidak lagi mendidik anaknya karena beranggapan sudah mendapatkan pendidikan di sekolah. Alhasil sekolah menjadi lembaga yang sah bagi masyarakat sebagai jalan mobilitas sosial.

Selain itu, ditambah degan wacana dan dokrin sosial bahwa yang berizajah yang dapat diterima di dunia pekerjaan, akibatnya sebagian orang memanfaatkan hal ini sebagai peluang.

Lembaga pendidikan dijadikan jalan pintas untuk memperoleh izajah tanpa harus mengikuti proses belajar mengajar. Penulis mengingat ketika masih SMA dan memasuki ujian, terlihat ada dua murid baru yang tiba tiba mengikuti ujian nasional tanpa melakukan prose belajar.

Tentu hal ini sangat memprihatinkan dikarenakan terjadi transaksi pembayaran, lembaga sekolah menjadi prodak buruk untuk cara-cara yang tidak baik.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...