79 Tahun Senja Kala Kemerdekaan Dalam Moncong Oligarki

Sebagai penjaga rumah Indonesia, tentu menyelinap pertanyaan yang sangat fundamen untuk merefleksikan usia senja kala kemerdekaan. 79 tahun Indonesia, kemerdekaan model apa yang digandrungi Negara kita hari-hari ini?
Utang negara makin gendut, ekonomi Bangsa rontok, demokrasi di himpit, hilirisasi pertambangan jadi petaka dan segudang masalah lainya masih menyandra kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Hal ini, menunjukkan praktik Negara belum mampu mengejawantahkan visi besar bernegara. Kenyataan ini, semakin membuat warga Indonesia antusias untuk menggugat Negara dan barangkali, lintasan pikiran kita akan sampai pada kenyataan bahwa posisi Negara masih di bawah bayang-bayang oligarki kendati rezim orde baru telah berlalu.
F. Budi Hardiman lewat bukunya, "Dalam Moncong Oligarki" (2013). Menganggap, Negara sejak awal lebih memilih Preferensi Pasar Untuk menumpas krisis ekonomi. Ini tampak sebagai jalan keluar untuk terapi krisis ekonomi awal-awal Reformasi dan berjalan, sehingga sampai ke sini kita melihat kekuatan bisnis-politis menjadi paradigma Negara.
Kondisi ini sangat memberi keuntungan bagi segelintir orang super-kaya yang biasa disebut kelompok oligarki. Tak heran, mereka dengan aset-asetnya mempengaruhi kebijakan Negara untuk melanggengkan kepentingan private.
Kekaguman Negara terhadap kelompok oligarki setidaknya, ditunjukkan secara terang-terangan oleh rezim Jokowi saat ini. Seorang ilmuwan politik dari Northwesterm University, Amerika Serikat, Jeffrey A. Winters.
Membenarkan, Bahwa Jokowi adalah produk oligarki. Buktinya, di sekeliling kekuasaan di isi oleh orang-orang yang memiliki bisnis raksasa di indonesia.
Baca Halaman Selanjutnya..
Komentar