Jauhilah Perkataan Berbohong

Kandidat kedua juga memberikan laporan yang sama bahwa bibit kacang yang ditanam juga tumbuh dengan subur, malah lebih subur dari kandidat pertama.
Sekarang giliran kandidat ketiga, masuk dengan penuh tawadhu’ duduk dihadapan Khalifah tak berkata sepatah katapun. Lalu Khalifah bertanya: Bagaimana perkembangan bibit kacang yang anda tanam?
Dengan suara yang lembut sang kandidat menjawab pertanyaan Khalifah. Ya Amiril Mukminin, bibit kacang yang tuan berikan kepada saya, sudah saya tanam di tanah yang subur dan setiap hari saya siram malah diberi pupuk.
Tapi hingga saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa kacang tersebut akan tumbuh, itulah keadaan yang sebenarnya ya Amiril Mukminin. Setelah mendengar laporan dari kandidat ketiga tersebut.
Kemudian Khalifah mempersilahkan kepada kandidat pertama dan kedua untuk masuk. Lalu dihadapan ketiga kandidat Gubernur, Khalifah mengatakan: Saya sudah uji kemampuan kalian, dan kalian semua memiliki kemampuan intelektual akademik.
Tapi dari kalian bertiga hanya satu orang yang memiliki sifat jujur (tidak bohong), sebab kalian tidak tahu bahwa dengan tiga biji kacang yang saya berikan kepada kalian.
Sebenarnya saya ingin menguji kejujuran kalian, karena bagaimana kacang itu bisa tumbuh kalau sebelum saya berikan kepada kalian saya rebus terlebih dahulu. Makanya yang pantas jadi Gubernur adalah kandidat ketiga, karena dia orangnya jujur alias tidak suka berbohong. Semoga menjadi bahan renungan.(*)
Opini ini sudah terbit di koran Malut Post edisi. Jumat, 9 Agustus 2024
Komentar