Jauhilah Perkataan Berbohong

Kehidupan suatu masyarakat yang seperti inilah yang sebagaimana dilukiskan oleh Allah Swt dalam Al-Qur’an surat Saba’ ayat 15: “ Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafurur” (Negara yang aman, makmur dan dibawah lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun).

Setelah mengikuti sekilas jejak dari kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz di atas akan timbul di benak kita (penulis, pembaca dan semua elemen masyarakat bangsa ini) sebuah pertanyaan: Kapan kita memiliki dan mendapatkan seorang pemimpin seperti beliau?

Haruslah di sadari bahwa pada hakekatnya krisis yang melanda bangsa ini adalah krisis moral yang berpangkal dari ketidak jujuran dan kebohongan dalam menjalankan amanah Allah dan kepercayaan masyarakat.

Betapa pentingnya masalah kejujuran (tidak bohong) ini sehingga dalam suatu riwayat diceritakan bahwa: Khalifah Umar pada suatu ketika melaksanakan uji kelayakan (fit and proper test) bagi tiga orang kandidat Gubernur (tidak dijelaskan kandidat Gubernur mana).

Setelah diuji kemampuan intelektual dan pengetahuan dasar ilmu pemerintahan, yang terakhir para kandidat diuji kejujuran (test kebohongan) yaitu masing-masing kandidat diberikan oleh Khalifah 3 (tiga) butir kacang, lalu Khalifah mengatakan: “Ini saya berikan kepada kalian bertiga masing-masing tiga butir kacang, silahkan ditanam di mana saja dan dirawat dengan baik.

Sebulan kemudian kalian datang menghadap saya dan melaporkan perkembangan dari bibit kacang yang kalian tanam dia tumbuh dengan subur atau tidak”.

Singkat cerita, sebulan kemudian datang tiga kandidat Gubernur tersebut menghadap, dan Khalifah mempersilahkan satu persatu untuk masuk.

Kandidat pertama dalam laporan kepada Khalifah dengan penuh semangat menjelaskan bahwa, bibit kacang yang tuan berikan kepada saya Alhamdulillah tumbuh dengan subur, karena saya beri pupuk dan disiram setiap hari.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...