Jauhilah Perkataan Berbohong

Bohong atau dusta adalah merupakan penyakit rohani (jiwa) yang sangat berbahaya, apalagi penyakit bohong ini ia hinggap pada diri seorang pemimpin ataupun pejabat negara, dampaknya akan sangat besar, ia bisa merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

Berbangsa dan bernegara serta merugikan berjuta-juta rakyatnya. Sikap dan prilaku bohong ini adalah bagaikan penyakit kanker yang dapat menggerogoti dan membunuh tubuh manusia.

Pemimpin ataupun pejabat Negara yang telah dihinggapi kuman kanker bohong tidak akan memperdulikan lagi norma hukum, norma etika, norma susila dan juga norma agama.

Tidak lagi peduli terhadap kata-kata sumpah yang pernah diucapkannya dibawah naungan kitab suci Al-Qur’an, tidak lagi menghiraukan keadaan masyarakat dan rakyatnya yang hidup dalam serba berkekurangan, sementara dirinya hidup dalam kesenangan dan kemewahan yang berlimpah.

Mereka tidak segan-segan memanipulasi harta dan kekayaan Negara yang pada hakekatnya adalah milik rakyat yang berjuta-juta yang setiap hari berjuang melawan kerasnya hidup, menghadapi bantingan ombak, teriknya matahari.

Maupun dinginnya udara yang menusuk ke tulang sumu-sum, demi sesuap nasi untuk mengganjal perut anak istrinya yang menanti di rumah dengan penuh harapan.

Para pemimpin maupun calon pemimpin masyarakat hendaknya mencontohi prilaku Khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau adalah sosok pemimpin yang jujur dan tak mengenal bohong dalam menjalankan kepemimpinannya.

Sebagai Khalifah, beliau juga tidak mau kalau dibohongi. Dalam sejarah beliau pernah memecat Gubernur Basrah, Aly bin Arthaah, karena beliau merasa tertipu oleh Gubernur tersebut.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...