Sherly Geram! Sejumlah Dirut RS Tak Hadir di Agenda Penting Penanganan Stroke

IMG 20261030 WA0045
Gubernur Sherly Tjoanda saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan peluncuran layanan Telestroke di Hotel Bela, Kota Ternate.

Ternate, malutpost.com – Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, geram karena sejumlah direktur rumah sakit kabupaten/kota tidak hadir dalam kegiatan Code Stroke dan Trombolisis, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), serta peluncuran layanan Telestroke di Hotel Bela, Kota Ternate, Jumat (30/10/2026).

Sherly menilai ketidakhadiran para direktur rumah sakit dalam agenda strategis peningkatan pelayanan kesehatan tersebut menunjukkan lemahnya komitmen terhadap upaya memperkuat layanan kesehatan di Maluku Utara.

Kegeraman Sherly terlihat saat menyampaikan sambutan. Ia menyapa satu per satu direktur rumah sakit dan dokter yang hadir. Namun, ia mendapati sejumlah direktur tidak datang langsung dan hanya mengutus perwakilan.

“Catatan ini Pak Kadis, hadir saja susah. Hanya mewakili,” tegas Sherly dengan nada kesal.

Ia bahkan mengingatkan bahwa jabatan direktur rumah sakit bukan sesuatu yang harus dipertahankan apabila pemegangnya tidak menunjukkan komitmen terhadap peningkatan pelayanan kesehatan.

“Jabatan itu bisa hilang, ya kalau tidak komitmen. Itu saya contohkan Kota Ternate,” ujarnya.

Usai kegiatan, Sherly kembali menegaskan sikapnya terhadap para direktur yang tidak hadir. Ia menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan kepala daerah masing-masing untuk memberikan teguran.

“Saya telepon kepala daerahnya, kasih teguran pada dirut yang tidak hadir,” tegas Sherly saat diwawancarai.

Sherly menyebutkan, direktur rumah sakit yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut berasal dari Halmahera Timur, Halmahera Utara, dan Kota Ternate.

Sementara itu, sejumlah rumah sakit lainnya hanya diwakili oleh pejabat atau tenaga medis yang ditugaskan.

Bagi Sherly, kehadiran langsung pimpinan rumah sakit dalam agenda peningkatan kapasitas dan kerja sama pelayanan kesehatan merupakan bentuk keseriusan menjalankan tanggung jawab, bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan.

Di sisi lain, Sherly menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono atas dukungan dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Maluku Utara.

Ia menilai kegiatan Code Stroke, trombolisis, dan peluncuran Telestroke bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan penting untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi tenaga medis, serta kualitas penanganan pasien stroke.

“Bagi saya, momen ini sangat berarti. Kami sangat mengapresiasi karena yang diberikan bukan hanya sekadar ilmu kedokteran,” ungkapnya.

Sherly mengatakan, tidak sedikit kasus kematian yang kerap dianggap sebagai takdir. Padahal, dengan dukungan fasilitas, tenaga medis, dan pelayanan kesehatan yang optimal sesuai standar nasional, sebagian risiko kematian sebenarnya dapat ditekan.

Karena itu, ia mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan pelayanan terbaik di rumah sakit umum daerah (RSUD) di setiap kabupaten/kota.

Menurutnya, penguatan layanan stroke membutuhkan keseriusan semua pihak, terutama pimpinan rumah sakit yang bertanggung jawab memastikan kesiapan tenaga medis dan sistem pelayanan.

Sherly berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan RS PON dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh rumah sakit di Maluku Utara.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi komitmen bersama agar masyarakat memperoleh penanganan medis yang cepat, tepat, dan sesuai standar, tanpa terkendala wilayah maupun keterbatasan akses layanan spesialis. (nar) 

Komentar

Loading...