Ekonomi Malut Tumbuh Tinggi, Ini Pesan Tegas Sherly ke APINDO

IMG 20261025 WA0050
Foto bersama Gubernur Sherly Tjaonda dan pengurus baru APINDO Maluku Utara.

Ternate, malutpost.com – Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda, meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperkuat keterhubungan rantai ekonomi dari sektor hulu hingga hilir agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Pesan itu disampaikan Sherly saat menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) APINDO Provinsi Maluku Utara masa bakti 2026–2031 di Kie Raha Ballroom, Muara Hotel Ternate, Minggu (25/10/2026).

Dalam pengukuhan tersebut, Ir. Gazali Abd Mutalib resmi dilantik sebagai Ketua DPD APINDO Maluku Utara berdasarkan Surat Keputusan DPN APINDO Nomor 682/SK-DPN/1.1/2B/X/26.

Sherly menegaskan, APINDO merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan industri besar dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, petani, dan nelayan.

Menurutnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 19 persen pada kuartal I dan 15 persen pada kuartal II 2026, pemerataan manfaat pertumbuhan tersebut masih menjadi pekerjaan penting.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di hilir belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha di hulu seperti UMKM, petani, dan nelayan. Rantai ekonominya belum terkoneksi dengan baik. Ekonomi daerah yang kuat terjadi apabila hulu dan hilir tersambung secara merata,” tegas Sherly.

Untuk itu, ia meminta pengurus APINDO yang baru dikukuhkan segera memetakan kebutuhan industri besar di Halmahera, seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Harita Group, dan Antam, yang berpotensi dipenuhi oleh pengusaha lokal.

Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan industri dan pertambangan, tetapi turut mengambil bagian dalam rantai pasok, distribusi, hingga pengembangan produk bernilai tambah.

Sherly menegaskan, upaya itu sejalan dengan tema HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara, yakni “Tumbuhnya Harus Terasa”. Artinya, kemajuan ekonomi harus memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain sektor industri, Sherly juga menyoroti besarnya potensi blue economy atau ekonomi biru di Maluku Utara. Potensi kelautan dan perikanan, menurutnya, perlu dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap menjalankan peran sebagai regulator untuk membuka peluang investasi serta berkolaborasi dengan APINDO dalam menciptakan pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Sementara itu, Ketua Umum DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menyebut masa depan ekonomi Maluku Utara ditopang tiga sektor utama, yakni industri berdaya saing tinggi di kawasan Obi dan Halmahera, kekayaan sumber daya alam dan laut, serta potensi pariwisata berbasis sejarah, budaya, dan keindahan alam.

Menanggapi dorongan pengembangan ekonomi biru, Shinta mengungkapkan bahwa sekitar 76 persen wilayah Maluku Utara merupakan laut. Daerah ini juga memiliki potensi 592 ribu hektare kawasan budi daya rumput laut serta sumber daya ikan lebih dari 1,1 juta ton per tahun.

“APINDO berkomitmen memetakan peluang investasi dan membangun ekosistem lengkap dari hilirisasi rumput laut, bukan sekadar keagenan,” ujarnya.

Shinta juga menyoroti keberadaan 313.005 UMKM di Maluku Utara. Menurutnya, sektor tersebut membutuhkan pendampingan agar mampu memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperluas skala bisnis.

Untuk itu, APINDO siap mendorong program seperti Innopreneur Leadership Program guna memperkuat daya saing pelaku UMKM di daerah.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, APINDO Maluku Utara diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah, kebutuhan industri, dan potensi usaha masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan peluang usaha dan kesejahteraan warga. (nar) 

Komentar

Loading...