Sherly: Kritik Pemerintah dengan Data, Jangan “Baku Marah”

Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah tetapi tetap berdasarkan data dan disertai solusi.
Ia menegaskan, perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persatuan di Maluku Utara.
Pesan tegas itu disampaikan Sherly saat menghadiri malam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara di Alun-Alun Sofifi, Sabtu (10/10/2026) malam.
Di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara, Sherly didampingi Sekprov Maluku Utara Samsuddin A. Kadir.
Pada kesempatan itu Sherly mengibaratkan Maluku Utara sebagai sebuah rumah besar yang sedang dibangun bersama.
Karena itu, setiap perbedaan dalam proses pembangunan harus disikapi secara dewasa, bukan justru memicu perpecahan.
“Maluku Utara ini baku bae, baku sayang. Jika ada kesalahan atau cara membangun rumah ini, saya dan Pak Sarbin mungkin ada yang tidak setuju, kritik kami dengan data, kritik kami dengan solusi,” tegas Sherly.
Menurutnya, perbedaan suku, agama, pulau, hingga pilihan politik tidak boleh menghilangkan kesadaran bahwa seluruh masyarakat Maluku Utara berada dalam satu rumah yang sama.
“Jangan karena perbedaan dalam membangun rumah membuat kita merusak rumah yang kita sedang tinggal bersama,” ujarnya.
Sherly menekankan, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan bersama. Namun, kritik harus disampaikan dengan cara yang baik, bukan melalui kemarahan atau sikap saling menjatuhkan.
“Apa pun perbedaannya, suku, agama, pulau, pilihan, kita harus ingat bahwa kita punya satu rumah besar yang kita beri nama Maluku Utara,” katanya.
“Kalau semua hati menyatu, semua baku sayang, kalau ada perbedaan pendapat disampaikan dengan baik-baik, jangan baku veto, jangan baku marah, maka Sang Pencipta semesta akan membuka pintu-pintu rezeki, mengalirkan program dan anggaran, memberikan hikmat, mengirim orang-orang baik untuk membangun Maluku Utara,” tambah Sherly.
Sherly berharap di usia ke-27, pembangunan daerah tidak sekadar menjadi agenda pemerintah, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
“Semoga di usia yang ke-27 ini, sepanjang satu tahun ke depan, semua pembangunannya terasa,” pungkas Sherly. (nar)

Komentar