Gedung Jantung Terpadu RSUD Chasan Boesoirie Ternate Diresmikan

IMG 20260828 WA0012
Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri didampingi Kadinkes Malut saat diwawancara. (Foto: malutpost.com)

Ternate, malutpost.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meresmikan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Jumat (29/8/2026).

Peresmian gedung tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dan Sekretaris Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir.

Sherly mengatakan, kehadiran gedung pelayanan jantung terpadu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata dan cepat, khususnya bagi pasien dalam kondisi darurat.

Menurutnya, kecepatan penanganan sangat menentukan kondisi pasien jantung. Karena itu, masyarakat di Maluku Utara diharapkan tidak lagi harus mencari pelayanan jantung ke luar daerah ketika membutuhkan penanganan medis.

“Keterlambatan sangat berpengaruh pada kondisi pasien. Negara hadir memastikan pelayanan merata, sehingga pasien darurat dapat tertangani dengan tepat di daerahnya sendiri,” kata Sherly Tjoanda.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, dr. Rosita Alkatiri, mengatakan pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu tersebut dapat terwujud berkat dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui pengalokasian anggaran sejak 2023 hingga 2025.

“Telah diresmikannya Gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Alhamdulillah, berkat dukungan Pemprov Maluku Utara yang mengalokasikan anggaran dari tahun 2023 hingga 2025, akhirnya kita dapat menikmati gedung ini pada hari ini,” ujar Rosita.

Usai peresmian, pihak rumah sakit akan segera mempersiapkan pemindahan pelayanan jantung terpadu dari gedung lama ke gedung baru.

Namun, pemindahan layanan masih harus melalui sejumlah tahapan administrasi, termasuk pemberitahuan kepada BPJS Kesehatan terkait perpindahan layanan poliklinik jantung.

“Insyaallah setelah diresmikan, secepatnya kita akan melakukan pemindahan pelayanan jantung terpadu ke gedung ini. Tentunya ada tahapan-tahapan persiapan, salah satunya menyurat ke BPJS untuk memberitahukan terkait pemindahan layanan poliklinik jantung yang saat ini berada di gedung poli lama,” jelasnya.

Rosita menegaskan, pelayanan di gedung baru akan mulai dilakukan setelah mendapatkan izin dari BPJS Kesehatan.

“Jika sudah mendapatkan izin dari BPJS, maka pelayanan akan segera dipindahkan,” katanya.

Gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Chasan Boesoirie dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung pelayanan pasien jantung, mulai dari rawat jalan hingga perawatan intensif.

Lantai pertama difungsikan sebagai area poliklinik dengan empat ruang klinik untuk melayani pasien rawat jalan.

Sementara lantai dua dilengkapi ruang kateterisasi laboratorium (katlab) serta ruang bedah atau ruang operasi.

Sedangkan lantai tiga difokuskan untuk pelayanan perawatan pasien, yang terdiri atas ruang rawat inap dan Intensive Care Unit (ICU) khusus jantung.

“Lantai tiga fokusnya pada perawatan. Jadi ada rawat inap di lantai tiga dan ada ICU jantung juga,” jelas Rosita.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, RSUD Chasan Boesoirie Ternate saat ini memiliki empat dokter spesialis jantung, yakni dr. Arif, dr. Fikri, dr. Zulkifli dan dr. Felix yang menangani bidang kardio anak.

Dengan diresmikannya gedung baru ini, RSUD Chasan Boesoirie Ternate diharapkan mampu memperkuat pelayanan jantung terpadu sekaligus mempercepat penanganan pasien di Maluku Utara. (nar) 

Komentar

Loading...