FORPMASI Desak Gubernur Bangun Jalan dan Jembatan Bibinoi-Wayatim

IMG 20260227 WA0023
Kondisi jalan Bibinoi-Wayatim. (Foto. Iwan/malutpost.com)

Halsel, malutpost.com -- Forum Pelajar Mahasiswa Wayatim (FORPMASI-Wayatim) mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupatan Halmahera Selatan untuk segera memperbaiki jalan dan membangun jembatan jalur Desa Bibinoi- Desa Wayatim.

Jalan dengan status provinsi tersebut menghubungkan lima desa, yakni Desa Bibinoi, Tabapoma, Tutupa, Tomara dan Wayatim. Dibangun sejak tahun 2015, hingga kini belum pernah diperbaiki.

"Dengan kejadian hari Kamis 26 Februari 2026, seorang ibu hamil bernama Wahyuni Hi Latif asal Wayatim dirujuk ke Puskesmas Bibinoi nyaris tak tertolong, karena kondisi jalan sungai yang tak ada jembatan hingga tidak bisa dilalui karena banjir. Kejadian ini sudah harus menjadi catatan penting Ibu Gubernur Sherly Tjoanda dan pemerintah kabupaten," kata Ketua Forpmasi-Wayatim, Suritno Tahmid, Jumat (27/2/2026).

Menurut Suritno, peristiwa seperti yang dialami Ibu Hamil Wahyuni Hi Latif sudah berulang kali terjadi.

"Atas kejadian yang mengancam keselamatan masyarakat ini, kami menilai pemerintah provinsi dan kabupaten lalai dalam menjalankan tugas pemerintahan. Karena jalan tersebut adalah jalur utama bagi masyarakat di lima desa," tuturnya.

Kata Suritno, berdasarkan data 2018, di pemerintahan sebelumnya, jalan Bibinoi-Wayatim sudah masuk dalam prioritas pembangunan dengan beberapa ruas jalan lainya.

"2018 pemerintah provinsi telah menetapkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas, termasuk jalan di Bacan Timur Tengah, sebesar 35 miliar. Tapi sampai saat ini tidak pernah direalisasikan," ujar Suritno.

Mewakili masyarakat Kecamatan Bacan Timur Tengah, ia meminta Gubernur Sherly Tjoanda untuk merespons jalan Bibinoi-Wayatim.

"Kami punya harapan besar ke Gubernur Sherly untuk memprioritaskan jalan Bibinoi-Wayatim," pungkasnya. (one) 

Komentar

Loading...