Kesejahteraan Guru Honorer sebagai Transformasi Pendidikan Nasional

Oleh: Andi Maulana
(Direktur Eksekutif Kamus Institute)
Guru adalah jantung peradaban. Dalam setiap ruang kelas, di kota besar maupun pelosok desa, guru menjadi aktor utama yang membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di antara mereka, terdapat ratusan ribu guru honorer yang selama bertahun-tahun menjaga denyut pendidikan nasional. Namun di balik kontribusi besar tersebut, realitas kesejahteraan yang mereka terima kerap jauh dari layak.
Baca di: Koran digital Malut Post Edisi Jumat, 20 Februari 2026
Di sinilah paradoks pendidikan Indonesia bermula: pengabdian yang tinggi berhadapan dengan penghargaan yang belum sepenuhnya memadai.
Secara faktual, guru honorer memegang peran strategis dalam menutup kekurangan tenaga pendidik di berbagai daerah. Mereka mengisi ruang-ruang kelas yang tidak terjangkau formasi ASN, terutama di wilayah dengan keterbatasan fiskal.
Dalam perspektif keadilan sosial, ketimpangan kesejahteraan guru honorer bukan sekadar isu administratif, melainkan persoalan hak konstitusional atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Dari sudut pandang kualitas pendidikan, kesejahteraan guru berkorelasi langsung dengan mutu pembelajaran. Sementara dalam konteks keberlanjutan SDM pendidikan, ketidakpastian status guru honorer berpotensi mengganggu regenerasi tenaga pendidik nasional.
Isu penghapusan tenaga honorer, seleksi ASN, serta kebijakan rekrutmen PPPK semakin menegaskan urgensi pembenahan sistemik.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar