Reses Nazla di Desa Waringin Morotai, Warga Keluhkan soal Pendidikan-Kesehatan

IMG 20260204 WA0013
Nazlatan Ukhra Kasuba saat Reses di Desa Waringin, Kecamatan Morotai Selatan Barat. (Foto. Iwan/malutpost.com)

Morotai, malutpost.com -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) Nazlatan Ukhra Kasuba, melakukan reses di Desa Waringin, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Selasa (3/2/2026), malam.

Di kesempatan ini, masyarakat setempat menyampaikan keluhan tentang pendidikan dan kesehatan. Mereka berharap, Nazla bisa menyampaikan ke pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti.

"Asparasi ini tidak hanya menjadi cerita masyarakat, tapi komitmen DPRD di Desa Waringin," kata Sahrudin, salah seorang warga, saat reses berlangsung.

Menurutnya, pendidikan masih menjadi problem di Desa Waringin. Banyak anak muda yang putus sekolah lantaran keterbatasan akses ke jenjang SMA

"Jadi kami minta ibu dewan untuk mendorong ke Ibu gubernur (Sherly Tjoanda) dan dinas pendidikan agar menghadirkan satu SMA atau SMK di Desa Waringin," pintanya.

Sahrudin menjelaskan, sekolah SMA cukup jauh dari Desa Waringin. Sehingga butuh biaya transportasi untuk pergi ke sekolah.

"Selain biaya, anak-anak ke sekolah juga selalu terlambat, karena mobil pengangkut anak sekolah kadang sampai di Desa, kadang tidak. Kalau SMP sudah ada di Desa Waringin, jadi tinggal SMA saja," jelasnya.

Selain pendidikan, kesehatan juga jadi problem, karena tidak ada puskesmas. Orang sakit atau melahirkan harus dilarikan ke puskesmas di desa tetangga dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilo meter.

"Minta surat rujukan ke rumah sakit saja harus ke puskesmas dengan jarak 10 kilo, baru ke balik ke rumah sakit. Dengan jarak ini, kami selalu korban. Untuk itu, perlu disampaikan ke Ibu gubernur, hadirkan satu puskesmas di Desa Waringin," tuturnya.

Di samping itu, juga ada keluhan tentang jaringan, air bersih, jalan tani dan pelabuhan bongkar muat BBM. Menurut warga, akses ke pelabuhan bongkar muat BBM masih sulit. Mobil dengan kapasitas besar harus melalui jalur pemukiman warga.

"Ibu dewan, bongkar muat BBM ini sudah diprotes berulang-ulang kali, karena jalur mobil BBM ikut di pemukiman warga yang penuh dengan keramaian dan aktivitas anak-anak. Beberapa kali diprotes, tak lama kemudian sudah dibangun pos pengamanan untuk meredam protes. Jadi kami berharap ada alternatif jalan lainnya yang harus difungsikan," terang seorang warga.

Nazla merespon baik semua aspirasi warga. Ia menyatakan ini menjadi catatan penting yang akan disampaikan ke pemerintah.

"Dari reses ini saya sebagai anggota DPRD bisa mendengar langsung keluhan masyarakat. Ini menjadi catatan untuk kita sampaikan ke pemerintah provinsi."

"Semua aspirasi akan saya koordinasikan terus dengan warga untuk progres ke depannya. Yang terpenting adalah ikhtiar dan doa kita bersama agar tanggungjawab ini cepat diperhatikan. Pastinya saya bakal kawal kalau sudah disampaikan ke pemerintah," tutur Nazla. (one)

Komentar

Loading...