Ketika Makanan Menjadi Kekhawatiran: MBG dan Psikologi Pendidikan Siswa Melalui Teori ABC

Belajar dari sebuah fenomena
Kasus dugaan gangguan kesehatan di MTsN 1 Pariaman seharusnya tidak hanya menjadi perbincangan ketika sedang viral. Fenomena tersebut dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang memperhatikan siswa secara utuh.
Keamanan pangan memang merupakan hal yang sangat penting. Namun, dari perspektif psikologi pendidikan, kita juga perlu melihat bagaimana sebuah kejadian dapat memengaruhi pikiran, emosi, perilaku, dan kesiapan belajar siswa.
Teori ABC mengingatkan kita bahwa ketika terjadi sebuah peristiwa, respons seseorang tidak hanya ditentukan oleh peristiwa itu sendiri, tetapi juga oleh bagaimana ia menafsirkan peristiwa tersebut. Karena itu, sekolah perlu membantu siswa mendapatkan informasi yang benar, membangun kembali rasa aman, dan memberikan dukungan psikologis jika diperlukan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang membuat siswa mampu menjawab soal ujian. Pendidikan juga tentang menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa merasa aman, sehat, didukung, dan siap untuk belajar.
Pertanyaan yang perlu kita ajukan setelah sebuah kejadian seperti ini bukan hanya, “Apakah siswa sudah sembuh secara fisik?”, tetapi juga: “Apakah siswa sudah kembali merasa aman untuk belajar?”. Karena ketika rasa aman terjaga, siswa memiliki kesempatan yang lebih baik untuk kembali berkonsentrasi, berinteraksi, dan berkembang dalam proses pendidikan.

Komentar