Hilangnya Sebuah Peradaban

Kemajuan Suatu Bangsa
Negara yang maju dan bertahan lama adalah negara yang tinggi peradabannya. Peradaban akan menentukan kualitas cara pandang suatu bangsa terhadap tujuan hidup bersama, nilai yang dipegang, dan arah masa depan bangsa.
Arnold Toynbee, seorang sejarawan inggris, dengan karya besarnya A Study Of History, menyatakan peradaban tumbuh karena berhasil menjawab tantangan, dan peradaban runtuh karena gagal menjawab tantangan.
Negara negara yang telah maju karena menjawab tantangan. Jepang hancur karena bom heroshima dan tidak kaya sumber daya alam, tetapi bangkit menjadi negara maju.
Jepang mendorong disiplin dan etos kerja yang tinggi serta mengembangkan teknologi tanpa kekayaan sumber daya alam yang besar.
Korea Selatan menjadi negara maju karena investasi yang tinggi bidang pendidik, dan teknologi. Korea Selatan terapkan disiplin yang tinggi, dan kerja keras selama tiga generasi dengan arah pembangunan yang jelas dan konsisten.
Begitupun Cina yang pada tahun 1949 – 1976 masuk dalam negara miskin, negara tidur raksasa. PDB per kapita hanya 156 USD, lebih miskin dari India. Saat itu Cina terjadi perang saudara, infrastruktur hancur, sekitar 30 juta penduduknya mati kelaparan.
Di masa kepemimpinan Deng Xiaoping, Cina mulai mengalami kemajuan. Di internal dilakukan reformasi, eksternal diterapkan sistem terbuka.
Tanah negara dibagi ke petani, hasilnya dapat dijual sendiri, dan undang investor asing dengan pajak 0%. Cina melakukan liberalisasi ekonomi dan berupaya masuk dalam pasar bebas, dibuka zona ekonomi khusus atau kawasan ekonomi khusus.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar