Oba Selatan: Tertinggal atau Ditinggalkan

Nurfadila Asmadi

Selain pasir, penggunaan material batu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan hasil uji laboratorium,”awalnya memang pakai batu yang bagus dan sesuai spesifikasi.

Tapi sekarang material yang di pasang bukan lagi material asli, identifikasi material pengganti tersebut adalah tanah liat yang mengeras dan menyerupai batu.

Secara teknis, material ini dicurigai memiliki kekuatan, berat jenis, dan ketahanan abrasi yang jauh lebih rendah dibandingkan batuan keras pada umumnya”(mekarnews.com 07/01/2026). Ini jelas berada pada wilayah tanggung jawab pemerintah kota tidore.

Jika bermacam masalah diatas terus di biarkan tanpa kejelasan, alhasil kinerja dari pemerintah kota tidore kepulaun maupun provinsi maluku utara patut di ragukan.

Pemerintah seharusnya sadar akan kondisi di lapangan. Jangan hanya menjadi wacana dan rapalan mantra di tiap momentum politik. Padahal, hakekat dari pembangunan adalah perubahan ke arah kondisi yang lebih baik (Tjokroamidjojo dan Mustofadidjaja, 1992:3).

Oleh karena itu kegiatan pembangunan harus dilakukan secara terarah dan terencana. Terarah berarti ada kejelasan langkah dan sasarannya, sedang terencana berarti jelas tujuan yang akan dicapai.

Pemerintah kota tidore kepulauan dan provinsi maluku utara, seharusnya lebih peka terhadap masyarakat kecil ketimbang terjebak dalam kepentingan politik segelintir orang.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...