Oba Selatan: Tertinggal atau Ditinggalkan

Nurfadila Asmadi

Namun, dua Perusahaan besar yang bertanggungjawab dalam pembangunan jalan oba selatan berakhir dengan temuan korupsi.(berita.rri.co.id 31/07/2024).

Belum lama ini di tidore, tepatnya di Pantai tugulufa pemerintah kota tidore mengadakan event lomba domino. Lomba ini memiliki hadiah yang tidak sedikit.

Padahal, seharusnya pemerintah sadar akan hal yang menjadi kebutuhan dasar, bukan dengan agenda yang bersifat euforia semata.

Faktanya, jalan desa yang rusak, ambulance yang tak berfungsi karna rusak, akses pendidikan yang terhalang jarak, fasilitas, dan biaya yang terus menjadi PR tahunan pemerintah kota tidore kepulauan tidak kunjung selesai.

Di lain sisi, pelayanan publik yang bersifat administratif masih terpusat di pulau tidore, hal ini menjadi masalah bagi masyarakat oba, khususnya oba selatan. Dengan layanan pengurusan administratif yang lambat, jarak dan biaya menjadi persoalan bagi setiap warga.

Selain itu, masalah talud di pesisir pantai desa Maidi yang baru di bangun pada tahun 2025 disinyalir terdapat penggelapan dana untuk belanja material pasir.

“Sejak awal pengerjaan masyarakat mempertanyakan pengambilan pasir yang dilakukan langsung di pesisir desa. Ada janji kompensasi dari CV.Calysta Persada Utama dari anggaran pasir yang akan dialokasikan untuk pembangunan Masjid Rahman Rahim di desa, namun tidak kunjung ada kepastian hingga detik ini” (mekarnews.com 07/01/2026).

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...