Oba Selatan: Tertinggal atau Ditinggalkan

Sungguh tidak adil rasanya ketika melihat daerah lain berkembang tetapi mereka masih terjebak dipakem-pakem itu-itu saja.
Tanpa adanya perubahan, tanpa adanya perhatian dari pemerintah Provisi Maluku Utara maupun Kota Tidore Kepulauan.
Banyak keluhan yang telah muncul. Akan tetapi, pemerintah hanya terkesan tutup mata dan telinga. Keluhan demi keluhan hanya menjadi angin lalu_masuk telinga kanan keluar telinga kiri, tidak ada tindakan nyata sama sekali.
Jika dilihat dengan seksama, kondisi ini sangat merugikan warga di oba selatan. Bahkan akibat ketidak pedulian dari pemerintah, banyak warga yang harus menempuh perjalanan jauh dan melewati berbagai rintangan bak kompetisi ninja warrior bahkan hanya untuk pergi ke pusat kota.
Namun, sampai sekarang belum ada hasil yang terlihat. Jalannya pun masih sama dengan tahun sebelumnya. Warga mulai berfikir kemana empati dari pemerintah terhadap mereka.
Para warga tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan apa yang seharusnya menjadi haknya. Pembangunan ini bukan hanya sekedar proyek semata, melainkan harga atas janji kesejahteraan yang tak kunjung ditepati.
Mengenai pembangunan jalan di oba selatan. Menurut kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), M. Ade Soleman, mengatakan bahwa pembenaan ruas provinsi dari Payahe ke Desa Nuku sudah dianggarkan melalui dana pinjaman sebesar Rp.40 miliar oleh PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) sebagai perusahaan BUMN yang bekerjasama dengan PT. Intim Kara dengan skema multiyear atau bertahap.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar