Minum Keras Kerap Picu Kriminal, Polda Malut Intensifkan Razia

Sofifi, malutpost.com -- Polda Maluku Utara (Malut) menilai konflik sosial dan tindakan kriminal kerap dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras).
"Kondisi tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian, khususnya Polda Malut, karena berdampak langsung pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, Senin (6/4/2026).
Menurut Kombes Wahyu, banyak peristiwa pertikaian antar warga dan perbuatan kriminal berawal dari pengaruh alkohol.
"Konsumsi minuman keras dapat memicu emosi yang tidak stabil, sehingga memudahkan terjadinya kesalahpahaman yang berujung pada kekerasan. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak serta menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman keras," katanya.
Saat ini, Polda Malut terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui razia miras ilegal di berbagai wilayah untuk menekan peredaran yang menjadi salah satu faktor utama pemicu konflik.
"Seluruh elemen masyarakat diimbau bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dengan tidak mengonsumsi miras, terutama di tempat umum maupun dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan keributan," imbaunya.
Perwira tiga bunga itu berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kunci dalam mencegah konflik sosial, supaya tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis di seluruh wilayah Maluku Utara.
"Mari jaga keamanan dan cinta damai. Jangan mengonsumsi miras yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," pungkasnya. (one)




Komentar