(Menyelaraskan Kebijaksanaan Adat dan Atorang Demi Masa Depan Ekonomi-Ekologis di Maluku Utara)

Epik Peradaban, Pangan Lokal, dan Tambang

Sukarman Kasim

Dengan demikian, sektor industri pertambangan di Maluku Utara terus mengalami keterlambatan yang belum mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Disisi lain, pengembangan sentra industri kelapa, pala, dan parawisata yang dapat menjadi penggerak ekonomi belum optimal.

Sementara merujuk pada data Bappenas RI potensi perkebunan provinsi Maluku Utara komoditas kelapa masuk dalam kategori (peringkat 5 nasional) produksi (2023): 200 Ton, untuk area tanam (2023): 159.231 Ha dengan mencapai 6,26 % produksi kelapa nasional.

Sedangkan untuk komoditas pala kategori (peringkat 3 nasional, produksi (2023) mencapai 8.338 Ton, dengan area tanam di tahun (2023): 20.889 Ha mencapai 15,63 % produksi pala nasional.

Sementara destinasi parawisata prioritas (DPP) dengan daya tarik bahari, pulau morotai telah memiliki recana induk destinasi Parawisata Nasional/Integrated Tourism Masterplan.

Bahkan di daerah yang lain meliputi 8 kabupaten 2 kota di Maluku Utara masi banyak pengembangan potensi parawisata untuk dapat menopang pendapatan baik desa maupun kabupaten.

Dari sini kita butuh Higlihg Respon Kebijakan dari pemda dan provinsi untuk dapat mendorong potensi masing-masing daerah sebagai diversifikasi penggerak ekonomi wilayah yang berkelanjutan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...