Pemprov Maluku Utara Distribusi Bantuan ke Batang Dua

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Malut) Maluku Utara menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak gempa bumi, khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa kondisi pascagempa yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) kini berangsur terkendali.
"Situasi saat ini sudah berangsur terkendali. Pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak, khususnya di Batang Dua, mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan," kata Sherly.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 sebelumnya sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, status tersebut telah dicabut, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang, meski tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Lanjutnya bahwa berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara hingga pukul 13.00 WIT, kerusakan terpantau di sejumlah wilayah.
Di Kota Ternate, khususnya Kecamatan Batang Dua, tercatat 5 unit rumah mengalami rusak berat dan 18 unit rusak ringan. Selain itu, sejumlah rumah ibadah turut terdampak, dengan rincian 4 gereja rusak ringan, 1 rusak sedang, dan 2 rusak berat.
Sementara di wilayah lain seperti Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan, dilaporkan terjadi kerusakan ringan hingga sedang.
Pemprov Malut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak.
"Kami dan Pemkot Ternate hadir, dan akan terus mendampingi sampai kondisi benar-benar pulih," tegas Sherly.
Ia juga mengapresiasi respons cepat berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BMKG, BPBD, TNI/Polri, hingga masyarakat yang sigap melakukan evakuasi mandiri setelah menerima informasi resmi.
Sejak awal kejadian, penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan fokus pada keselamatan warga, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Khusus untuk Batang Dua, bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi mulai disalurkan sejak hari ini. Bantuan mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar untuk menunjang kebutuhan warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan yaitu, 500 kilogram beras, 30 kasur, 1 tenda keluarga, 70 karton mi instan, 1.200 paket lauk siap saji, 100 liter minyak goreng, 120 kaleng ikan, 96 botol kecap, 144 boks teh, 144 kaleng susu kental manis, 100 kilogram gula, 30 lembar terpal, 16 paket perlengkapan anak dan 50 lembar selimut.
Gubernur menegaskan, distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Dengan kondisi yang semakin terkendali dan dukungan semua pihak, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan cepat.
"Kita mungkin diguncang, tetapi kita tidak sendiri. Dengan kebersamaan, kita akan mampu melewati situasi ini dan bangkit kembali," pungkas Sherly. (nar)




Komentar