Polda Malut Terjun ke Halmahera Utara Fasilitasi Pertemuan Antar Elemen

Ternate, malutpost.com -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol. Waris Agono, memerintahkan bawahannya untuk melakukan pertemuan antar elemen di Kebupaten Halmahera Utara (Halut).
Pejabat Polda Malut yang ditugaskan ke Halut yakni: Direktur Intelkam, Kombes Pol. Yushfi Munif Nasution; Wadir Intelkam, AKBP Sigid Adhi Prasetyo dan Kabid Humas, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram.
Perintah tersebut menyangkut masalah narasi yang diduga bermuatan provokasi oleh oknum anggota DPRD Maluku Utara, Aksandri di grup WhatsApp DPC GAMKI Halut yang viral dan memicu reaksi publik.
Dalam tangkapan layar WhatsApp yang beredar luas, Aksandri diduga melontarkan kalimat provokatif "Baku Bunuh".
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, mengatakan telah dilakukan pertemuan dengan melibatkan Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu; Bupati Halut, Piet Hein Babua; Ketua PHGBI Yudhihart Noya; FKUB Halut Ellsabeth Iwisara; Tokoh Agama Hi. Amir Hi. Saleh; PC NU Halut Husain Horu; Ketua MUI Halut Hi Hadar Ahmad; Ketua GBI Halut Pdt. Theo Kumendong; Ketua PHBI- Halut Iswan Lolahi; Ketua GMKI Halut yang juga sebagai anggota DPRD Malut, Aksandri Kitong; Tokoh Pemuda Gunawan Abas; dan Sekretaris GMKI Halut, Yosafat KotaLaha.
Pertemuan berlangsung di ruang Kapolres Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk meredam dinamika sekaligus tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Halmahera Utara.
Kombes Pol. Wahyu menjelaskan, kehadiran Polda di tengah-tengah pertemuan antar elemen ini adalah sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan.
"Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Direktur Intelkam Polda Malut, Kombes Pol Yushfi M Nasution," kata, Kabid Humas Kombes Pol. Wahyu, Selasa (31/3/2026).
Terpisah, Direktur Intelkam Polda Malut, Kombes Pol. Yushfi M Nasution menyampaikan, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menangani potensi konflik.
"Polisi hadir untuk memastikan bahwa komunikasi antar elemen tetap terbuka. Potensi kesalahpahaman yang sempat berkembang harus diminimalisir melalui klarifikasi langsung dari pihak-pihak terkait," kata Kombes Yushfi.
Bupati Halut, Piet Hein Babua, mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari Polda dalam menangani dinamika di wilayahnya.
"Pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada Polda Malut yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir dan serius dalam menjaga stabilitas keamanan di Halmahera Utara," katanya.
Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, menambahkan, pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif serta proses identifikasi terkait insiden pelemparan yang sempat terjadi.
"Dukungan dari tokoh masyarakat, termasuk Aksandri Kitong yang turut membantu proses penegakan hukum, menjadi indikator positif bahwa sinergitas antara warga dan aparat berjalan dengan baik. Ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan," jelas AKBP Erlichson.
Ia menyatakan, sebagai langkah preventif, seluruh elemen yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi di media sosial serta aktif menyampaikan klarifikasi secara terbuka jika ditemukan informasi yang keliru.
"Kesepahaman ini penting, mengingat sebagian besar eskalasi isu dipicu oleh penyebaran informasi yang tidak utuh di ruang digital. Mari kita jaga Halmahera Utara tetap kondusif," pungkasnya. (one)




Komentar