Hikmah Ramadan

Puasa dan Tafakur

A. Malik Ibrahim

Suatu hari Nabi Ibrahim as ditanya mengapa beliau berlama-lama bertafakur, beliau menjawab, “Tafakur adalah inti berpikir”. Berpikir dan bersyukur tentang nikmat Allah swt.

Jadi puasa adalah latihan berpikir spiritual dan kita membutuhkannya untuk mengembangkan keteguhan hati, kesabaran dan ketahanan jiwa, sebagaimana otot-otot kita butuh latihan fisik. Perhatikan bagaimana burung ketika terbang. Tidak ada yang menahan mereka di udara. Tak ada yang jatuh, semua karena ar-Rahman dari Tuhan pemberi rahmat bagi semua makhluk. “Sesungguhnya Dia terhadap segala sesuatu tanpa kecuali Maha Melihat”, (alMulk: 19).

Dan bagaimana Allah memerlihatkan pada Nabi Musa as seekor cacing yang hidup dalam batu, yang tetap diberi rezeki. “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semua dijamin Allah rezekinya”, (Hud: 6).

Kesadaran tentang tafakur inilah yang antara lain diajarkan oleh kandungan hikmah puasa. Puasa dan tafakur yang tidak mengajarkan orang tinggi hati. Puasa mengajarkan pada kita kerendahan hati. Artinya, puasa adalah “milik khusus” di haribaan-Nya. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...