Hikmah Ramadan

Puasa dan Tafakur

A. Malik Ibrahim

Kata al-basyar banyak digunakan untuk menggambarkan manusia dari sisi fisik biologis, sedangkan kata al-insan sering digunakan untuk menerangkan proses penciptaan manusia. Ia meliputi kata sejenis seperti, al-ins, an-nas dan al-unas’. Sementara kata bani adam digunakan untuk menerangkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan makhluk lainnya.

Basyar adalah level fisik manusia-jasmaniah atau jasadiahnya. Karena itulah Iblis memprotes Allah. Qâla lam akul li’asjuda libasyarin khalaqtahu …Kata Iblis, Aku tidak akan sujud pada basyar yang diciptakan min shalshálin min hama'in masnûn, dari tanah lempung yang dibentuk, (Al-Hijr: 33).

Kita juga diceritakan bagaimana Tuhan memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk bersujud di hadapan Adam. Para malaikat menurut, “Kecuali Iblis, dia dari golongan jin dan mendurhakai perintah Tuhannya”(al-Kahfi: 50). Ketika membangkang perintah Tuhan, Iblis berkata: ”Aku lebih baik darinya; Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”, (Shad: 76).

Kata al-basyar, menjelaskan perihal kulit manusia dan perihal bahwa manusia semuanya akan mati. Allah berfirman : “Tahukah kamu apakah neraka saqar itu? Saqar itu adalah tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar itu) pembakar kulit manusia”. (al-Muddatstsir: 27-29).

Sebab sesungguhnya, pada hakekatnya antara kata al-ins dengan al-jin menggambarkan bahwa dalam jiwa manusia terdapat berbagai potensi, antara lain sebagai hamba yang selalu berbuat baik sehingga menjadi penghuni surga. Tapi juga sebagai pembangkang.

Dalam Al-Quran , ins sering diperlawankan dengan jin. Wa ma khalaqtuljinna wal-insa illa liya’budun. Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku, (Adz-Dzariyat: 56).

Syaikh Abu Yazid al-Busthami, ketika ditanya oleh seseorang, “Mengapa Allah menciptakan makhluk?” Beliau menjawab: “Allah menciptakan makhluk untuk menunjukkan kekuasaanNya.”

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...