“Darah dan Air Mata di Palestina”
Ramadan dan Duka Palestina

Darah dan air mata bercucuran di tanah Palestina, berkali-kali serangan zionis Israel menghantam infrastruktur sehingga bertambah korban jiawa sekurangnya 31 warga Palestina tewas pada tahun 2026.
Seranga Israel yang menyasar warga sipil merupakan tindakan yang berlebihan dan tidak berprikemanusiaan. Serangan ini telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung, ketika selurunh sandra telah dibebaskan.
Serang terbaru Israel pada bulan suci Ramadhan telah menewaskan 5 warga Palestina, peristiwa ini menjadi kekerasan terbaru Israel saat gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Hamas.
Dilansir AFP, Jumat (27/2/2026), badan pertahanan sipil Gaza yang beroperasi sebagai pasukan penyelamat di bawah otoritas Hamas, menyebut bahwa serangan udara pada Jumat dini hari itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu orang lainnya di Gaza tengah.
Serangan drone juga dilaporkan terjadi di selatan Jalur Gaza tak lama setelah tengah malam. Serangan di selatan Gaza ini menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya.
Agresi yang dilakukan zionis Israel telah menghancurkan mimpi-mimpi anak-anak Palestina. Penghancuran sekolah, rumah sakit, dan akses fital lainya menyebabkan hancurnya harapan besar warga Palestina. Dilansir dari Republik. CO.ID, Moskow citra satelit menunjukan bahwa sekitar 85,8 persen sekolah di jalur Gaza, termasuk hamper 29 persen sekolah yang dikelola PBB, rusak sejak 7 Oktiber 2023. Hal ini, menyebabkan keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak di Palestina akibat genosida yang terjadi.
Kini harapan besar dan cita-cita anak-anak Palestina yaitu mata Syhid, hal ini diungkapkan oleh Ustad Abdul Somad yang dilansir dari Hai Bandung.com, Ustad Abdul Somad mengulas tentang sebuah survey oleh lembaga internasional yang menyuguhkan gambaran mencengankan mengenai cita-cita anak-anak Palestina.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar