Sudah Bertakwakah Kita?

Pada suatu ketika terjadi percakapan indah antara kedua sahabat Nabi yaitu Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab tentang makna takwa, dan perlu kita ketahui bahwa percakapan para sahabat Nabi adalah percakapan yang pasti membawa manfaat bukan percakapan yang tidak berguna dan sia-sia.
Dalam percakapan yang indah antara kedua sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab tersebut.
Umar Bin Khattab RA, bertanaya kepada Ubay bin Ka’ab: “Wahai Ubay, apa makna takwa?” Ubay yang ditanya bertanya. “Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?”
Umar menjawab, “Tentu saja pernah.” “Apa yang engkau lakukan ketika melewati tempat yang seperti itu wahai Umar?” lanjut Ubay bertanya. “Tentu saja aku selalu berjalan dengan hati-hati, jawab Umar bin Khattab. Ubay langsung berkata kepada Umar, itulah hakikat takwa.”
Percakapan antara kedua sahabat yang singkat tapi syarat makna ini, bukan saja berlaku bagi mereka berdua (Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab), melainkan juga bagi kita yang mengaku sebagai orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Sehingga dari percakapan atau dialog singkat tersebut kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa orang yang bertakwa itu pada hakikatnya adalah selalu berhati-hati. Hati-hatinya orang yang bertakwa itu paling tidak terhadap tiga hal penting yaitu:
Pertama. Hati-hati jangan sampai perkataan, sikap dan perbuatan kita mengundang kemurkaan Allah Swt, atas diri kita. Sebab pada dasarnya segala bencana maupun musibah yang menimpa manusia adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar