Pemda Sula Lambat Tangani Banjir di Waisakai, Alasan Sekda Dinilai Tak Masuk Akal

IMG 9701
Abjul Soamole (Akademisi STAIN Ambon)

Ternate, Malutpost.com - Bencana banjir kembali melanda desa Waisakai, kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula. Bencana ini meninggalkan jejak kerusakan dan penderitaan bagi warga masyarakat.

Situasi ini semakin memprihatinkan, dikarenakan lambatnya respons pemerintah daerah dalam menangani bencana ini.

“Sepertinya pemerintahan daerah lebih sibuk dengan urusan pribadinya, daripada memperhatikan nasib warga yang terancam akibat dari bencana banjir,” kata Akademisi, sekaligus putra Desa Waisakai, Abjul Soamole.

Abjul menyayangkan pernyataan pemerintah daerah dalam hal ini Sekretais Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sula. "Beliau (Sekda) menyampaikan, puasa yang menjadi kendala Pemda untuk terjun langsung ke lokasi banjir.  Ini alasan yang tidak masuk akal. Kalu mereka (Pemerintah) ke Jakarta tidak pakai alasan, tapi soal kemanusiaan pemerintah beralasan. Aneh,” katanya.

Sebagai bagian dari masyarakat Waisakai,  Abjul menilai pernyataan Sekda sangat menyakiti hati masyarakat. Sebab, Desa Waisakai  juga merupakan warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula yang berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari pemerintah, bukan malah sebaliknya diabaikan.

Menurutnya, pemerintahan daerah harus segera mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi masalah banjir di desa Waisakai, dengan mengirim tim tanggap darurat ke lokasi, memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, dan membuat rencana yang jelas untuk memulihkan keadaan.

Lambatnya respons pemerintahan daerah ini membuat warga desa merasa tidak dihargai dan tidak dipedulikan. Masyarakat terpaksa menghadapi kesulitan dan kehilangan tanpa ada bantuan yang memadai. Ini adalah situasi yang tidak adil, karena warga desa waisakai juga merupakan warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari pemerintahan daerah.

Pemerintah harus bertanggung jawab atas kegagalan ini dan segera mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Bukan hanya memberikan bantuan sementara, tapi juga membangun infrastruktur yang memadai, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengembangkan strategi pencegahan yang efektif.

Bencana banjir yang melanda desa waisakai ini bukan hanya sekedar fenomena alam, tapi juga merupakan kegagalan sistemik yang memperburuk kehidupan masyarakat desa. Dampaknya sangat luas, mulai dari kehilangan harta benda, kerusakan infrastruktur, hingga trauma psikologis yang berkepanjangan.(red/kun)

Komentar

Loading...