Keberangkatan Ferry Bastiong–Rum Molor, Penumpang Mengeluh

IMG 20260314 WA0032
Situasi penumpang Bastiong-Rum saat menunggu kapal di Pelabuhan Ferry Bastiong, Sabtu (14/3/2026).

Ternate, malutpost.com – Pelayanan keberangkatan kapal di Pelabuhan Ferry Bastiong Kota Ternate, dikeluhkan oleh penumpang. Pasalnya, waktu keberangkatan tidak sesuai jadwal. Bahkan, molor hingga berjam-jam tanpa kepastian.

Salah satu penumpang rute Bastiong–Rum, Udin, mengaku kecewa dengan jadwal keberangkatan yang tidak sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Berdasarkan jadwal dari Balai Perhubungan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku Utara (Malut), penyeberangan rute Bastiong–Rum dilayani tiga kali sehari, yakni pukul 08.00 WIT oleh kapal Ferry Lema, pukul 14.00 WIT oleh kapal Garda Maritim 7, serta pukul 17.00 WIT oleh kapal Ferry Tuna.

Namun, ketika Udin hendak berangkat pada jadwal pukul 14.00 WIT, kapal yang seharusnya melayani rute tersebut tak kunjung berangkat. Bahkan, hingga dua jam setelah waktu yang dijadwalkan, belum ada kepastian keberangkatan sampai pukul 16.20 WIT. Padahal, Udin mengaku sudah mengantre sejak pukul 13.00 WIT di pelabuhan.

“Artinya saya sudah antre hampir tiga jam, tapi belum ada kepastian kapan ferry berangkat. Kalau seperti ini, waktu kami habis. Kasihan kami yang sudah datang sebelum jam dua, tapi ternyata tetap belum berangkat. Nanti jam setengah lima baru kita disuruh masuk,” keluhnya saat ditemui di Pelabuhan Ferry Bastiong, Sabtu (14/3/2026).

Dia menambahkan, saat mempertanyakan keterlambatan tersebut kepada petugas di pelabuhan, pihak petugas menyebutkan kapal yang melayani rute Bastiong–Rum belum tersedia.

Sementara itu, penyeberangan rute Bastiong–Sofifi dan Bastiong–Sidangoli justru berjalan lancar.

“Ini kan tidak adil. Masa rute lain lancar, tapi Tidore yang dekat justru ditunda sampai berjam-jam. Kalau memang jadwalnya tidak sesuai, jangan ditulis begitu. Karena kami penumpang datang mengikuti jadwal yang ada,” tandasnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate Mushar Usman saat dikonfirmasi, menjelaskan keterlambatan pada rute Bastiong–Rum terjadi karena adanya penumpukan penumpang tujuan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada pagi hari.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihaknya harus menambah armada kapal ferry untuk melayani penumpang tujuan Bacan. Penambahan kapal dilakukan dengan pertimbangan jadwal penyeberangan ke Bacan yang hanya tersedia tiga kali dalam sepekan.

Akibatnya, beberapa kapal yang biasanya melayani rute lain sementara dialihkan untuk membantu mengangkut penumpang ke Bacan, termasuk kapal yang melayani rute Moti dan Makian. Kondisi ini kemudian berdampak pada keterlambatan jadwal keberangkatan kapal ferry di rute Bastiong–Rum.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan hasil koordinasi bersama antara PT ASDP dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku Utara, KSOP, serta BPTD Kelas II Malut.

“Jadi, kami berkoordinasi dengan teman-teman Dishub Provinsi, BPTD dan KSOP, kita sepakat tambahkan kapal ke sana (Bacan). Karena pertimbangan jadwal ke Bacan ada lagi pada Senin nanti, sementara penumpangnya menumpuk. Maka kita utamakan layani mereka dulu tadi pagi, sehingga ada kemunduran jam di rute lain, termasuk ke Rum Tidore,” jelasnya.

Dia menambahkan, kapal untuk rute Rum–Bastiong sudah mulai memuat penumpang pada pukul 16.45 WIT dan segera diberangkatkan. Sekitar setengah jam setelahnya, kapal berikutnya juga akan menyusul untuk melayani rute yang sama.

Hal ini karena rute Bastiong–Rum dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sehari. Mushar juga memastikan keterlambatan tersebut hanya terjadi pada hari ini dan jadwal penyeberangan akan kembali normal mulai besok.

“Kami pastikan hanya terjadi hari ini, setelah itu kembali normal seperti biasa. Ini karena situasional, di mana banyak permintaan penumpang ke Bacan, sehingga harus menambah pelayanan ke sana. Kami mohon pengertian masyarakat,” pungkasnya. (cr-01)

Komentar

Loading...