Hikmah Ramadan
“Dicari” Lailatul Qadar

Namun pada saat bulan Ramadan, gairah bersedekahnya mengalami peningkatan yang signifikan. Sedekah orang-orang yang dicari lailatul qadr adalah rahasia, rahasia antara dirinya dengan Tuhan, ia tidak butuh rekognisi publik baik dalam bentuk piagam atau sertifikat penghargaan.
Lailatul qadar akan mencari orang-orang yang tidak hanya berzikir dan berdoa pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadan.
Ia akan bersama dengan orang-orang yang tidak pernah lepas dari zikir dan doa sepanjang hidupnya dimanapun dia berada.
Lailatul qadar akan mencari orang-orang saleh secara individu tetapi saleh secara sosial. Kesalehannya terpancar dari kesederhanaannya dalam melakoni kehidupannya, tidak pernah menyombongkan diri terhadap apa yang dimilikinya.
Baginya, gelar, jabatan dan kekayaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di depan Sang Maha Pencipta.
Lailatul qadar akan mencari orang-orang yang tidak pernah mengecewakan dan menyakiti hati orang tuanya. Kebahagiaannya adalah kebahagiaan orang tuanya. Bukankah Ridha Tuhan sangat bergantung kepada ridha kepada kedua orang tua.
Pada akhirnya, mari kita hidupkan malam-malam terakhir bulan suci Ramadan dengan sebenar-benarnya berdoa, berdoa karena kepasrahan dan ketundukan sebagai hamba. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang “dicari” oleh lailatul qadr. (*)




Komentar