Hikmah Ramadan
“Dicari” Lailatul Qadar

Bahkan biasanya banyak yang datang dari berbagai daerah bersama dengan keluarganya, membawa bekal sendiri,secara khusus untuk melakukan I’tikaf.
Para “pencari” lailatul qadr tersebut semakin ramai dan begitu antusias untuk beri’tikaf terutama pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadhan, entah ganjilnya versi pemerintah atau Muhammadiyah.
Semuanya berbaur di satu masjid, berdiam, berzikir, serta mengerjakan amalan-amalan ibadah lainnya. Tentu tidak lain muaranya untuk mencari dan berharap mendapatkan berkah malam lailatul qadr.
Fenomena ini boleh jadi salah satu indikasi bahwa umat Islam semakin sadar atas berbagai narasi positif di balik keagungan lailatul qadar.
Terlepas dari antusiasme umat Islam untuk “mencari” lailatul qadar pada malam-malam ganjil, lailatul qadr tetap menjadi rahasia Tuhan. Tidak ada yang mengetahui secara persis kapan lailatul qadr itu turun dan di masjid mana.
Pesan-pesan Nabi Muhammad saw hanya menyampaikan clue (isyarat) saja yaitu pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadan.
Bagi penulis, angka-angka ganjil tersebut tidak hanya terbatas pada ranah statistik, tetapi lailatul qadr jauh melampaui angka-angka tersebut. Ia tidak bisa diukur dengan angka, ia adalah tafsir simbolis untuk menuju kepada hakikat lailatul qadr.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar