Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab
Apakah Bermain Judi Online Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Hukumnya

Akan tetapi, ada beberapa poin krusial yang perlu dipahami mengenai kualitas puasa tersebut:
- Status Puasa di Mata Agama.
Meskipun tidak batal secara teknis (tidak wajib meng-qadha/mengganti di hari lain), bermain judi online adalah termasuk dalam kategori maksiat besar. Para ulama menjelaskan bahwa perbuatan haram seperti judi dapat menghanguskan pahala puasa.
Sebagaimana hadis Nabi SAW:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ
"Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan betapa banyak orang yang shalat dimalam hari tapi hanya mendapat begadang (lelahnya) saja." (HR. An-Nasa'i dan ibnu majah)
- Bahwa puasa bertujuan untuk membentuk ketaqwaan (la'allakum tattaquun).
Sedangkan bermain judi, yang bersifat spekulatif, melalaikan, dan merupakan penyakit ekonomi dan sosial—sangat bertolak belakang dengan esensi puasa yang melatih kontrol diri dan kejujuran.
- Risiko "Puasa yang Sia-sia"
Dalam Islam, ada pemisahan antara aspek hukum (sah/tidak) dan aspek penerimaan (pahala):
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar