Catatan Kritis di Balik Angka Kepuasan Satu Tahun Gubernur Malut
85,1 Persen yang Tidak Meyakinkan

Cukup Puas: Penantian yang Bisa Berakhir Kecewa
Angka 43,6 persen "cukup puas" adalah ruang tunggu yang diberikan publik. Mereka masih memberi kesempatan, masih berharap bahwa di tahun kedua akan ada perubahan. Tapi ruang tunggu ini tidak akan selamanya terbuka.
Jika hingga tahun kedua pola yang sama terus berlanjut, komunikasi satu arah, akses tertutup, prestasi usang diulang-ulang, dan birokrasi yang tak kunjung beres maka kategori "cukup puas" itu bisa dengan mudah berubah menjadi "tidak puas".
Publik akan berhenti memisahkan figur dari sistem. Mereka akan menyadari bahwa yang mereka nilai bukan kinerja nyata, melainkan kemasan visual dan narasi digital yang kosong.
Akhirnya yang lebih mendasar adalah pertanyaan tentang kepemimpinan itu sendiri: apakah Sherly mampu keluar dari bayang-bayang suaminya dan menemukan gayanya sendiri yang tetap mempertahankan akomodasi dan kedekatan dengan publik?
Ataukah ia akan terus bersembunyi di balik konten digital dan birokrasi yang justru menjauhkannya dari rakyat?
Tahun kedua akan menjawab. Publik Maluku Utara masih menunggu. Tapi kesabaran mereka, seperti kategori "cukup puas" dalam survei, ada batasnya. (*)




Komentar