Catatan Kritis di Balik Angka Kepuasan Satu Tahun Gubernur Malut
85,1 Persen yang Tidak Meyakinkan

Dari Beny Laos yang Akomodatif ke Sherly yang Populis: Pergeseran Gaya Kepemimpinan
Benny Laos adalah figur yang sangat akomodatif. Rumahnya terbuka 24 jam. Siapa pun bisa bertemu kapan saja, di mana saja, dan berkomunikasi secara verbal tentang tema apa pun.
Nomor ponselnya dikenal publik. Jika Anda SMS atau WhatsApp, pasti mendapat respons, entah sesuai harapan atau tidak, setidaknya ada kepastian. Komunikasi berjalan dua arah, dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah, secara terus-menerus.
Sherly, sebaliknya, adalah figur yang lebih populis dalam artian mengejar engagement melalui komunikasi satu arah.
Ia aktif membangun konten digital, memoles pencitraan di media sosial, tetapi akses langsung ke dirinya justru tertutup.
Nomor ponselnya sengaja tidak dibuka. Mekanisme birokrasi dibuat sedemikian rupa sehingga publik sulit menjangkaunya secara personal.
Akibatnya, komunikasi dengan publik tidak lagi dua arah. Ia membangun pencitraan melalui dunia digital, tetapi secara eksposur di lapangan biasa-biasa saja.
Publik mungkin melihat konten-kontennya, tetapi mereka tidak lagi merasa tersambung secara emosional dan personal seperti saat Benny Laos masih ada.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar