Perempuan dan Rahim Peradaban yang Dilupakan

Ketika perempuan menuntut keadilan, yang mereka tuntut sesungguhnya bukan hanya hak untuk diri mereka sendiri, tetapi juga masa depan yang lebih bermartabat bagi semua manusia.
Hari Perempuan seharusnya menjadi pengingat bahwa peradaban tidak hanya dibangun oleh mereka yang memegang kekuasaan, tetapi juga oleh mereka yang merawat kehidupan dengan sabar dan sunyi.
Perempuan telah lama melakukan pekerjaan itu—melahirkan, merawat, dan membesarkan generasi demi generasi manusia.
Maka jika kita benar-benar ingin membangun peradaban yang lebih adil dan manusiawi, kita harus mulai dari pengakuan yang sederhana tetapi mendasar: bahwa masa depan dunia tidak bisa dibangun dengan menyingkirkan setengah dari manusianya.
Sebab di dalam rahim perempuan, kehidupan pertama kali belajar bernafas.
Dan dari hatinya, manusia pertama kali belajar tentang cinta. (*)




Komentar